Suaranusantara.com- Agus Gumiwang Kartasasmita selaku Waketum DPP Golkar yang juga menjabat sebagai Menteri Perindustrian kini telah resmi menjadi Plt ketua umum menggantikan Airlangga Hartarto yang mundur.
Agus Gumiwang disepakati sebagai Plt Ketum Golkar melalui musyawarah dan mufakat yang digelar dalam rapat pleno pada tadi malam Selasa 13 Agustus 2024.
“Menunjuk Plt Ketum. Saya kenalkan dulu. Rapat pleno mengesahkan Plt Ketum yang terhormat Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita,” ujar Ketua DPP Golkar Meutya Hafid dalam jumpa pers di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Selasa 13 Agustus 2024.
Ternyata sebelum disepakati sebagai Plt Ketum Golkar, Agus pernah mengalami hal pahit dalam karier politik di partai berlambang pohon beringin itu.
Agus pernah hampir dipecat oleh Golkar saat Musyawarah Nasional IX Partai Golkar di Bali pada 2014.
Bahkan pemecatan itu ditandatangani Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham.
Kendati demikian, Agus dan beberapa kader Golkar yang dipecat telah direhabilitasi oleh Ical berdasarkan SK Kemenkumham terkait kepengurusan hasil Munas Riau.
Lantas bagaimana profil Agus Gumiwang Kartasasmita ini?
Agus Gumiwang Kartasasmita atau biasa disapa AGK, lahir di Jakarta, 3 Januari 1969. Dia adalah anak dari pasangan Ginandjar Kartasasmita dan Yultin Harlotina.
AGK diketahui menempuh pendidikan sarjana di Pacific Western University, Hawaii, Amerika Serikat (AS) jurusan Science Commercial and Industrial Economic dan lulus pada 1994.
Kemudian AGK melanjutkan studi magister di Bandung jurusan administrasi publik di Universitas Pasundan dan studi doktoral ilmu pemerintahan di Universitas Padjajaran.
Di kabinet, AGK pernah menjabat sebagai menteri di dua kementerian selama kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dan pada Pilpres 2014, AGK sudah jadi loyalis Jokowi dan dia berbeda sikap dengan Golkar yang kala itu mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Jelang akhir kepemimpinan periode pertama Jokowi, pada 24 Agustus 2018, Agus dilantik jadi Menteri Sosial.
AGK menjabat sampai 20 Oktober 2019, lalu selanjutnya, sejak awal periode kedua Jokowi, ia menjabat sebagai Menteri Perindustrian.
AGK berkarier di politik dengan bergabung partai Golkar.
Di Golkar, dia sempat menduduki sejumlah jabatan strategis di Golkar. Salah satunya, Sekretaris Fraksi Golkar di DPR.
AGK juga sempat menjabat sebagai Ketua DPD Golkar DKI Jakarta setelah pemegang jabatan sebelumnya Fayakhun Andriadi, ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Bakamla.
Tak hanya itu, AGK sempat masuk bursa Ketua DPR RI pengganti Setya Novanto yang terjerat kasus korupsi e-KTP. Namun, posisi Ketua DPR akhirnya diisi Bambang Soesatyo.
*


















Discussion about this post