Suaranusantara.com- Agus Gumiwang Kartasasmita telah resmi diumumkan menjadi Ketua Dewan Pembina Golkar oleh Ketum baru Bahlil Lahadalia pada Kamis 22 Agustus 2024.
Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya sempat menduduki posisi Plt Ketum Golkar saat Bahlil belum ditetapkan sebagai ketua mmum partai pada Selasa 13 Agustus 2024.
Agus Gumiwang yang merupakan Menteri Perindustrian sebelum sebagai Ketua Dewan Pembina Golkar, di susunan kepengurusan partai dia menjabat sebagai Waketum DPP Golkar.
“Izinkan saya mengumumkan, ini adalah pengurus yang sangat terbatas dulu, yang lainnya kami akan melengkapi,” kata Bahlil Lahadalia di Kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta, Kamis 22 Agustus 2024.
Kata Bahlil, susunan kepengurusan terbatas ini dilakukan sebagai upaya memenuhi perintah undang-undang.
“Selebihnya akan diselesaikan dalam kurun waktu yang sesingkat-singkatnya,” tutup Bahlil.
Agus Gumiwang, sebelum ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pembina Golkar, dia pernah mengalami hal pahit selama berada di partai berlambang pohon beringin itu.
Agus sempat dipecat oleh Golkar saat Musyawarah Nasional IX Partai Golkar di Bali pada 2014.
Bahkan pemecatan itu ditandatangani Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham.
Kendati demikian, Agus dan beberapa kader Golkar yang dipecat telah direhabilitasi oleh Ical berdasarkan SK Kemenkumham terkait kepengurusan hasil Munas Riau.
Dan berikut profil Agus Gumiwang Kartasasmita yang resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pembina Golkar:
Agus Gumiwang Kartasasmita atau biasa disapa AGK, lahir di Jakarta, 3 Januari 1969. Dia adalah anak dari pasangan Ginandjar Kartasasmita dan Yultin Harlotina.
AGK diketahui menempuh pendidikan sarjana di Pacific Western University, Hawaii, Amerika Serikat (AS) jurusan Science Commercial and Industrial Economic dan lulus pada 1994.
Kemudian AGK melanjutkan studi magister di Bandung jurusan administrasi publik di Universitas Pasundan dan studi doktoral ilmu pemerintahan di Universitas Padjajaran.
Di kabinet, AGK pernah menjabat sebagai menteri di dua kementerian selama kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dan pada Pilpres 2014, AGK sudah jadi loyalis Jokowi dan dia berbeda sikap dengan Golkar yang kala itu mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Jelang akhir kepemimpinan periode pertama Jokowi, pada 24 Agustus 2018, Agus dilantik jadi Menteri Sosial.
AGK menjabat sampai 20 Oktober 2019, lalu selanjutnya, sejak awal periode kedua Jokowi, ia menjabat sebagai Menteri Perindustrian.
AGK berkarier di politik dengan bergabung partai Golkar.
Di Golkar, dia sempat menduduki sejumlah jabatan strategis di Golkar. Salah satunya, Sekretaris Fraksi Golkar di DPR.
AGK juga sempat menjabat sebagai Ketua DPD Golkar DKI Jakarta setelah pemegang jabatan sebelumnya Fayakhun Andriadi, ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Bakamla.
Tak hanya itu, AGK sempat masuk bursa Ketua DPR RI pengganti Setya Novanto yang terjerat kasus korupsi e-KTP. Namun, posisi Ketua DPR akhirnya diisi Bambang Soesatyo.
*


















Discussion about this post