Suaranusantara.com- Calon gubernur (cagub) DKI Jakarta nomor urut 3 Pramono Anung, berharap pada Pilkada Jakarta 2024 ini bisa menangi satu putaran.
Namun apabila Pilkada Jakarta ini terjadi sampai dua putaran, Pramono Anung khawatir akan timbul ketegangan.
Bukan tanpa sebab Pramono Anung berujar demikian, hal ini dikarenakan berdasarkan pengalaman yang lalu.
“Saya berharap mudah-mudahan Pilgub ini berlangsung satu putaran, karena kalau dua putaran pasti ada ketegangan. Karena belajar dari pengalaman Pilgub sebelumnya, karena ketegangan itulah yang membuat kemudian Jakarta sempat terbelah pada waktu itu,” kata Pramono Anung di Cipete, Rabu 27 November 2024.
Politisi PDI Perjuangan ini mengaku belajar dari Pilkada Jakarta 2017 yang penuh dengan ketegangan.
Hal itu yang kemudian membuat dia tidak begitu memikirkan hasil Pilkada Jakarta 2024.
Pramono mengaku dia masih bisa tidur dengan nyenyak.
“Saya enggak pernah tidur enggak tenang ya. Saya termasuk yang walaupun tidur tidak bisa lama, tapi saya enggak pernah tidur enggak tenang. Alhamdulillah bisa tidur tenang,” ujar Pramono Anung.
Pramono Anung diketahui telah selesai mencoblos di TPS 046 Cipete Selatan.
Pramono mencoblos bersama istri dan anaknya. Ketiganya pun kompak mengenakan cukin Betawi bergambar ondel-ondel.
Sementara itu, Rano Karno calon wakil gubernur (cawagub) pendamping Pramono Anung, optimis bisa menangi Pilkada Jakarta 2024.
Hal itu dikarenakan melihat basic survei terakhir yang hasilnya 49 persen, hanya kurang satu persen. Mengingat untuk menangi satu putaran harus lima puluh persen.
“Harus satu putaran. Kalau kita melihat basic survey terakhir 49, berarti kita cuma butuh 1% lagi kan. Saya sangat yakin, bukan takabur. Saya berharap ini satu putaran,” kata Rano usai mencoblos di TPS 065 Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu 27 November 2024.
Kendati demikian, jika harus dua putaran maka pihaknya akan menyiapkan strategi lagi untuk bisa menangi Pilada Jakarta 2024.


















Discussion about this post