Suaranusantara.com- Survei Litbang Kompas pada hari Senin 20 Januari 2025 merilis hasil terhadap 100 hari kerja pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka.
Hasilnya, 80,09 persen publik merasa puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.
Kendati demikian, masih ada sebanyak 19,01 persen yang tidak puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.
Adapun ketidakpuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran itu dikarenakn berbagai alasannya, di antaranya:
Pertama, terkait bantuan sosial atau bansos yang dinilai tidak merata dan tidak tepat sasaran.
Bansos tidak merata dan tidak tepat sasaran dengan presentasi mencapai 29,2 persen.
Kedua, publik menganggap pemerintahan Prabowo-Gibran belum membuat ekonomi stabil sehingga sulit mendapatkan pekerjaan hingga lapangan kerja minim.
Ketiga, sebanyak 17,1 persen responden menganggap pemerintahan Prabowo-Gibran belum bisa mengatasi mahalnya bahan pokok.
Lalu, ada juga soal penanganan korupsi belum tegas (korupsi bebas bersyarat) 12,6 persen, tidak konsisten dengan janji kampanye 4,2 persen, harga BBM naik 2,6 persen, banyak aspek belum terpenuhi 2,4 persen.
Kemudian, 2,3 persen responden yang beralasan belum bisa menilai karena masa jabatan Prabowo-Gibran baru 3 bulan.
Selanjutnya ada 1,6 persen responden yang menilai kinerja Prabowo-Gibran belum dirasakan masyarakat.
Hingga penyelesaian kasus kepolisian tidak tegas 1,5 persen, kenaikan pajak dan perencanaan potongan untuk tapera (PPN 12 persen) 1,1 persen, gagal adalam penegakan hukum di Indonnesia 0,6 persen dan 5,3 persen menyatakan tidak tahu.
Penilai tersebut dilakukan dengan metode wawancara tatap muka terhadap sebanyak 1.000 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia.
Tingkat kepercayaan 95%, margin of error kurang lebih 3,10%. Penarikan sampel dilakukan secara acak sederhana.


















Discussion about this post