Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Melihat Tingkat Kepuasan 100 Hari Kerja Antara Prabowo-Gibran dan Jokowi-Jusuf Kalla, Mana Lebih yang Lebih Unggul?

Drt by Drt
20 January 2025
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi (instagram @malingpingbanget)

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi (instagram @malingpingbanget)

2
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka, selama 100 hari kerja mendspat tingkat kepuasan publik sebanyak 80,9 persen.

Hal ini berdasarkan survei Litbang Kompas yang merilis 100 hari kerja Prabowo-Gibran pada Senin 20 Januari 2025.

Adapun Litbang Kompas sebelumnya melakukan sampling dengan metode wawancara terhadap sebanyak seribu responden secara tatap muka yang digelar pada 4-10 Januari 2025.

BACAJUGA

Ternyata Ini Asal-usul Lahirnya MBG, Adik Prabowo Beberkan

Dipolisikan Buntut Kritik Prabowo-Gibran ‘Beban Bangsa’, Ubedilah Badrun Tanggapi Begini

Wawancara dilakukan dengan sebanyak 1.000 responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia.

Tingkat kepercayaan 95%, margin of error kurang lebih 3,10%. Penarikan sampel dilakukan secara acak sederhana.

Dan hasilnya berdasarkan survei Litbang Kompas, publik menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran 80,9 persen dan sebanyak 19,1 persen tidak puas.

Hasil 100 hari kerja Prabowo-Gibran ini tinggi dibanding Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi saat menjabat sebagai kepala negara pada periode pertama.

Jokowi pada periode pertama 2014-2019 berpasangan dengan Jusuf Kalla sebagai Wapres RI

Pada 100 hari kerja Jokowi-Jusuf Kalla yang dirilis 2015 lalu, hasilnya tingkat kepuasan publik sebesar 65,1 persen dan 34,9% tidak puas.

Ada sejumlah faktor penyebab tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo-Gibran lampaui Jokowi-Jusuf Kalla dalam 100 hari kerja memimpin negeri.

Salah satunya adalah Prabowo mengeluarkan kebijakan-kebijakan populis dalam tiga bulan ini.

Di antaranya, makan bergizi gratis, tes kesehatan gratis, pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen hanya untuk barang mewah dan yang lainnya.

“Walaupun beberapa program masih janji ya. Itu yang membuat harapan masyarakat tinggi sekali,” kata Manajer Riset Litbang Kompas Ignatius Kristanto pada Senin 20 Januari 2025.

Tak hanya itu, euforia pemilihan presiden (pilpres) masih terasa selama tiga bulan ini.

“Euforia dari Pilpres kemarin masih tinggi sekali ekspektasinya kepada Pak Prabowo, sehingga posisinya tinggi,” ujarnya.

Apalagi, Kris mengatakan, Pilpres 2024 tidak menyebabkan polarisasi di masyarakat.

Kondisi ini berbeda dengan Pilpres 2014 dan 2019, di mana pendukung Jokowi dan Prabowo terfragmentasi.

“Kalau kita lihat hasil Pilpresnya, itu Pak Jokowi menang cuma 54 persen. Sementara Pak Prabowo menang 58 persen. Itu saja sudah unggul,” katanya. Kris menyebut isu keberlanjutan program dari Presiden Jokowi ke Presiden Prabowo juga membuat tingkat kepuasan publik tinggi. Sementara itu, saat awal Jokowi memimpin tidak ada isu keberlanjutan program dari pemerintahan sebelumnya yang dipegang oleh Presiden ke-6 RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sementara itu, data Litbang Kompas memperlihatkan beberapa hal yang membuat tingginya apresiasi publik terhadap kinerja awal Prabowo-Gibran.

Salah satunya adalah kebijakan-kebijakan Prabowo di 100 hari pertamanya dinilai cukup ampuh dalam menarik simpati rakyat dan populis.

Sebanyak 30,2 persen responden menilai kinerja yang pemerintah tunjukkan dalam 100 hari pertama ini sudah baik. Kemudian, 18,1 persen responden menilai Prabowo memiliki gaya kepemimpinan yang merakyat.

Selanjutnya, 14,4 persen responden menilai baik karena adanya kebijakan bantuan sosial (bansos), seperti bantuan langsung tunai (BLT) dan program keluarga harapan (PKH).

Selain tiga besar alasan ini, responden juga terkesan optimis dengan program perencanaan Prabowo untuk Indonesia dalam jangka panjang.

Pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) 12 persen hanya untuk barang dan jasa mewah juga dinilai oleh Ignatius Kristanto sebagai salah satu alasan kenapa publik memberikan apresiasi pada kinerja Prabowo.

Namun, dari hasil survei Litbang Kompas, responden juga menyimpan sejumlah ketidakpuasan kepada pemerintahan yang tengah berjalan.

Sebanyak 29,2 persen responden menyebut, alasan yang paling kuat adalah karena bansos tidak disebar secara merata bahkan tidak tepat sasaran.

Sementara itu, 19,5 persen responden mengaku tidak puas kepada pemerintah karena ekonomi Indonesia saat ini sedang tidak stabil sehingga mereka sulit mendapatkan pekerjaan.

Sejalan dengan itu, 17,1 persen mengeluhkan harga kebutuhan pokok atau sembako yang saat ini sangat mahal. Lalu, 12,6 persen responden tidak puas dengan kinerja pemerintah karena lemahnya penegakan terhadap pejabat yang korupsi.

Selain empat alasan besar ini, masyarakat tampak terbagi, mereka menyatakan kekecewaan karena ada sejumlah program di era Prabowo yang tidak mengenakkan hati.

Contohnya, naiknya harga BBM, potongan Tapera, hingga belum terpenuhinya janji-janji di masa kampanye.

Namun, hasil survei Litbang Kompas juga memperlihatkan bahwa responden mengapresiasi pemerintahan Prabowo-Gibran yang berupaya mewujudkan delapan misi yang diusung selama masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, atau dikenal dengan Asta Cita.

Terlihat, sebanyak 85 persen responden merasa puas dengan program pemerintah menyediakan layanan kesehatan gratis.

Kemudian, 82,1 responden puas dengan program pemerintah merenovasi sekolah-sekolah yang rusak. Lalu, 81 responden puas karena pemerintah membangun rumah sakit lengkap berkualitas.

Selanjutnya, 78,1 persen responden puas karena pemerintah memberikan gizi untuk anak balita dan ibu hamil. Lalu, 74,6 persen puas karena pemerintah dinilai mampu menurunkan kasus TBC hingga 50 persen dalam lima tahun.

Sebanyak 73,4 persen responden juga menyatakan puas karena pemerintah meningkatkan pembangunan infastruktur desa.

Lalu, 71 persen puas atas kenaikan gaji ASN, TNI-Polri, dan pejabat negara.

Serta, 70,8 persen puas karena pemerintah menambah program kartu kesejahteraan sosial.

Sementara itu, beberapa kerja pemerintah lainnya tingkat kepuasannya berada di bawah 70 persen.

Di antaranya, pemberian BLT, makan bergizi gratis, rumah murah, dan meningkatkan pendapatan negara.

Tags: 100 hari kerjaGibranJokowiLitbang KompasPrabowo
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Puan Maharani saat setujui RUU PPRT Jadi UU
Nasional

RUU PPRT Resmi Jadi UU, DPR Sepakat dalam Rapat Paripurna

by SNC 8
21 April 2026

Suaranusantara.com- DPR RI akhirnya menyetujui Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja...

Ahmad Muzani Kunjungi IKN
Nasional

Sambangi Lokasi Pembangunan Gedung MPR di IKN, Ketua MPR: Filosofi Desainnya Menggambarkan Keindonesiaan

by snc4
21 April 2026

Suaranusantara.com- Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan desain Gedung...

Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat kunjungan di IKN

MPR Apresiasi Percepatan Pembangunan IKN, Ahmad Muzani: Megah, Mewah, Membanggakan

21 April 2026
Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat: Institusi Pendidikan Harus Mampu Bangun Kepekaan Sosial Masyarakat

21 April 2026

Jembatan Cilonok–Jamilega Inisiasi Anies Baswedan Resmi Berdiri

20 April 2026

Kemenag Dorong Digitalisasi Zakat untuk Perkuat Transparansi

20 April 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

9 months ago
Bareskrim Geledah Kantor PT Pertamina Patra Niaga Usut Korupsi BBM

Bareskrim Geledah Kantor PT Pertamina Patra Niaga Usut Korupsi BBM

3 years ago
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (instagram @pramonoanungw)

Pramono Anung Tak Izinkan Atlet Israel ke Jakarta: Tak Ada Manfaatnya

6 months ago
Anggota DPR RI Yasonna Laoly (DDok. FB/Yasonna H Laoly)

Begini Kata Yasonna Laoly soal Megawati Sebut Sering Jadi Sasaran Penyadapan

1 year ago
Ganjar Pranowo (Dok Tim Ganjar)

Ganjar Pranowo Lanjutkan Kampanye di Jawa Tengah, Pagi ini Ketemu Petani di Blora

2 years ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

Habiburokhman: Sistem Peradilan Kita Masih Berat Sebelah

BERITA TERKINI

Nasional

Kasus Pelecehan di UI Jadi Alarm, Ketua DPR Desak Pembenahan Sistem

by SNC 8
20 April 2026

Suaranusantara.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menilai peristiwa dugaan pelecehan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia harus...

DPR Desak BPOM Perketat Pengawasan Program MBG

20 April 2026

Pensiunan BUMN Kehilangan Akses BPJS Kesehatan, DPR Desak Perlindungan Diperkuat

20 April 2026
Operasi gabungan menangkap ikan sapu-sapu yang digelar di saluran PHB Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (17/04/2026). (Ilham F/Suaranusantara)

Pemkot Jakarta Selatan Tangkap 3 Ton Ikan Sapu-Sapu di Setu Babakan

20 April 2026
Dua lantai Gedung D Direktorat Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jalan Pasar Minggu Raya, Jakarta Selatan, hangus terbakar pada Senin (20/04/2026). (Ilham F/Suaranusantara)

Kebakaran Gedung Kemendagri di Jaksel, Dua Lantai Hangus Dilalap Api

20 April 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com