Suaranusantara.com- Ubedilah Badrun aktivis yang dikenal lantang mengkritik pemerintahan kini tak lagi menjabat sebagai Koordinator Studi Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Pemecatan terhadap Ubedilah Badrun dari jabatan Koordinator Studi UNJ dilakukan oleh Rektor UNJ.
Ubedilah Badrun resmi tak lagi menjabat posisi tersebut per tanggal 24 Januari 2025 lalu. Padahal jabatan itu baru akan berakhir pada 2027 mendatang.
Ubed sapaan akrab Ubedilah Badrun ini memang dikenal sebagai aktivis yang lantang mengkritik pemerintahan, bahkan dia berani melaporkan dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang dilakukan oleh Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi beserta keluarga.
Sudah lima kali Ubed melaporkan hal ini ke KPK, sayangnya laporan pria berusia 52 tahun tak mendapat respon dari lembaga antirasuah itu.
Dan kini malah dia dipecat dan Ubed mengaku tak mengetahui alasan dari pemecatan tersebut.
“Iya, saya sudah tidak lagi menjabat sejak 24 Januari 2025. Posisinya telah digantikan oleh Plt (pelaksana tugas). Masa jabatan saya menurut SK Rekor No.1995/UN39/HK.02/2023 adalah untuk periode 2023-2027. Tetapi diberhentikan pada 25 Januari 2025 . Tidak apa-apa Mas, itu otoritas Rektor, mungkin punya maksud baik, saya tidak tahu apa alasannya,” kata Ubedilah Kamis, 30 Januari 2025.
Lantas bagaimana profil dari Ubedilah Badrun itu sendiri?
Profil
Ubedilah Badrun adalah dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang lahir di Desa Sendang, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada tanggal 15 Maret 1972.
Pria yang kerap disapa Ubed ini dikenal sebagai akademisi, analis sosial politik, dan aktivis. Ia dikenal dengan sikap vokalnya terhadap masalah-masalah yang terjadi dalam pemerintahan.
Ubed diketahui pernah menempuh pendidikan di beberapa perguruan tinggi, antara lain Ma’had Alhikmah Jakarta (1994-1995), STF Driyarkara Jakarta dalam program Extension Course (1995-1997), dan menyelesaikan S1 di FPIPS IKIP Jakarta (sekarang Universitas Negeri Jakarta/UNJ) pada tahun 1998.
Pada tahun 2003, ia menyelesaikan studi S2 di Program Pascasarjana Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI).
Selain itu, Ubedilah juga aktif menggeluti pendidikan di Jepang, salah satunya seminar Japan Education Forum (JEF II) pada tahun 2005 dan Japan Education Forum (JEF III) pada tahun 2006.
Ia juga pernah menjadi pemimpin di Yoron Adventure School yang diselenggarakan oleh International Youth Association of Japan pada tahun 2005, dan mengikuti program Indonesia and Togo Homestay of Friendship- Program of International Exchange 2006 yang diadakan oleh Togo Town International Association Jepang pada tahun 2006.
Jejak Karir
Selama menjadi mahasiswa, Ubedilah telah berkiprah sebagai aktivis gerakan mahasiswa dan pendiri FKSMJ 1996, sebuah organisasi yang menjadi motor penting dalam gerakan reformasi 1998.
Ubed bahkan dijuluki sebagai Idiolog FKSMJ oleh para aktivis Jakarta.
Namun, berbeda dengan tokoh aktivis lainnya yang memilih masuk ke partai politik dan masuk menjadi anggota DPR, ia lebih memilih untuk menjadi guru dan akademisi dengan tujuan yang mulia, yaitu membentuk karakter generasi muda.
Ia pernah mengajar di Labschool Jakarta dari tahun 1997 hingga 2002, dan juga menjabat sebagai wakil kepala sekolah di Tokyo Indonesian School (SRIT) sambil mempelajari budaya dan politik Jepang hingga akhir tahun 2006.
Setelah kembali dari Jepang, ia mengajar mata kuliah Sosiologi Politik di Universitas Negeri Jakarta, pada jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS).
Selain itu, Ubedilah juga menggeluti dunia menulis dan telah menerbitkan banyak karya tulis. Beberapa karya tulisnya telah dipublikasikan di berbagai media massa, baik lokal maupun nasional.
Ubedilah kerap berkontribusi pada negara dengan memberikan pandangan mengenai isu sosial dan politik melalui berbagai platform media.
Ia merupakan pengamat isu sosial dan politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), sesuai dengan profesinya sebagai Dosen Sosiologi Politik di UNJ.
Sayangnya, jabatan sebagai Koordinator Studi UNJ harus berakhir lantaran dia dipecat.


















Discussion about this post