Suaranusantara.com- Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri memerintahkan sebanyak 126 kadernya yang menjadi kepala daerah dan wakil untuk tidak berangkat pembekalan ke Magelang usai dilantik pada kemarin Kamis 20 Februari 2025 oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Megawati memerintahkan demikian lantaran geram atas anak buahnya, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang ditahan oleh KPK pada Kamis petang kemarin.
Megawati mengeluarkan perintah tersebut dalam surat instruksi dengan nomor Nomor 7294/IN/DPP/II/2025.
Instruksi tersebut berisi dua hal, selain masalah retreat juga untuk mengaktifkan alat komunikasi selama 24 jam.
Adapun acara pembekalan Akademi Militer (Akmil) di Magelang itu diwajibkan oleh Prabowo dan digelar sejak hari ini Sabtu 21 Februari 2025 hingga Jumat 28 Februari 2025 mendatang.
Selanjutnya diinstruksikan kepada seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah PDIP, untuk menunda perjalanan yang akan mengikuti retreat di Magelang,” kata surat yang diteken Megawati dengan logo banteng merah dikutip tim Suaranusantara.com di Jakarta, Jumat 21 Februari 2025.
Dan apabila ada kadernya kepala daerah dan wakil yang sudah terlanjur jalan maka untuk berhenti, menunggu arahan selanjutnya dari Megawati.
Terkait surat instruksi itu dibenarkan langsung oleh Juru Bicara PDI Perjuangan, Guntur Romli dan dia pun turut menyebar surat tersebut melalui pesan Whatsapp serta di media sosial Instagramnya.
“Iya. Betul surat itu,” ujar Guntur melalui pesan singkat di Jakarta, Kamis malam WIB.
Hasto ditahan oleh KPK atas kasus Harun Masiku. Dia sebelumnya menjalani pemeriksaan dengan status sebagai tersangka.
Hasto sebelum ditahan, pada Kamis pagi dia menjalani pemeriksaan di lantai dua gedung KPK.
Pada petang pukul 18.08 WIB, Hasto nampak telah keliar dari ruang pemeriksaan dengan menuruni tangga.
Terlihat dia sudah mengenakan rompi warna oranye bertulisakan tahanan KPK dan kedua tangannya pun diborgol.


















Discussion about this post