Suaranusantara.com – Pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan puluhan pimpinan redaksi media massa dan tokoh senior jurnalisme di kediamannya di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/2/2025) kemarin, mendapatkan reaksi negatif oleh para warga net.
Menurut para netizen pertemuan itu merupakan cara Prabowo untuk memperalat media.
Tak hanya itu, ada juga yang menganggap itu sebagai bentuk pembungkaman terhadap media.
Selain itu, tak sedikit juga yang menilai pertemuan ini untuk membuat media tak terlalu massive dalam memberitakan kegiatan demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa di seluruh Indonesia.
Berita reaksi warga net soal pertemuan Prabowo dengan puluhan pimpinan redaksi media massa:
“Media jangan diperalat pak. Justru media penyeimbang, antara Bapak dan Rakyat. Seharusnya Bpk kerja tulus melayani rakyat, ini kayaknya Bpk mulau ketakutan,” kata pemilik akun @mocha230115.
“Media bapak mungkam ya? RIP Jurnalistik,” kata @lembur_bagaikuda.
“Oalah ini sebabnya pemberitaan demo tidak massive,” ucap @rifqiazis.
“Jadi sudah paham kan kenapa media-media melempem beritakan demo mahasiswa suarakan aspirasi rakyat,” kata @bashorisme.
“Influencer dan media udah dibawah kendali semua ya pak,” tutur @itta.lucky.
“Mengendalikan media,” tulis @emilpuadul_inst.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan puluhan pimpinan redaksi media massa dan tokoh senior jurnalisme di kediamannya di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/2/2025).
Hal itu diketahui dari unggahan instagram Prabowo.
Pertemuan yang di diawali dengan makan siang bersama berlangsung selama kurang lebih enam jam lamanya.
“Alhamdulillah, hari ini saya berkesempatan kembali bersilaturahmi dengan rekan-rekan Pimpinan Redaksi (Pimred) serta tokoh-tokoh senior media di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat,” ujar Prabowo.


















Discussion about this post