Suaranusantara.com – Marcus Rashford tampaknya semakin dekat dengan pintu keluar dari Manchester United, dan klub raksasa Turki, Fenerbahce, dikabarkan tengah mempersiapkan tawaran resmi untuk memboyong sang winger asal Inggris tersebut.
Marcus Rashford, yang merupakan produk akademi Manchester United, mulai kehilangan tempat di bawah asuhan manajer Ruben Amorim sejak dirinya secara terbuka menyatakan keinginan untuk mencari tantangan baru pada Desember tahun lalu.
Pemain berusia 27 tahun itu sempat dipinjamkan ke Aston Villa pada bursa transfer Januari, namun klub asal Midlands tersebut memutuskan untuk tidak mempermanenkannya.
Reuni dengan Mourinho di Depan Mata
Menurut laporan dari media Turki, T24, pelatih Fenerbahce Jose Mourinho, yang pernah menangani Rashford saat masih membesut Manchester United, sangat ingin bereuni dengan mantan anak asuhnya itu.
Mourinho melihat Rashford sebagai bagian penting dari rencana besarnya membangun skuad juara di Turki.
Fenerbahce berencana mengajukan tawaran peminjaman dengan opsi pembelian permanen senilai sekitar €46 juta atau £53 juta.
Jika kesepakatan ini terwujud, Rashford akan menjadi rekrutan termahal dalam sejarah klub, melampaui rekor transfer Youssef En-Nesyri yang diboyong dari Sevilla seharga £17,3 juta pada 2024.
Diminati Barcelona, Tapi Terbatas Dana
Barcelona juga menunjukkan minat terhadap Rashford, namun mereka hanya mampu merekrutnya melalui skema pinjaman.
Di sisi lain, Manchester United awalnya berharap bisa mendapatkan dana besar dari penjualan Rashford yang telah mencetak 138 gol untuk klub, tetapi situasi pasar tampaknya memaksa mereka realistis dengan opsi lain.
Masa Depan Timnas Inggris di Ujung Tanduk?
Rashford sendiri dikabarkan masih memimpikan untuk memperkuat salah satu klub top di Spanyol, Italia, atau Jerman.
Sayangnya, hingga saat ini belum ada tawaran konkret dari klub-klub tersebut.
Kembali bekerja bersama Mourinho mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi Rashford, mengingat performa gemilangnya di bawah pelatih asal Portugal itu, di mana ia berhasil mencetak 28 gol dalam dua musim.
Namun, kepindahan ke Liga Turki juga berpotensi menghambat peluangnya untuk kembali masuk skuad Timnas Inggris, kecuali jika ia mampu menemukan kembali performa terbaiknya.


















Discussion about this post