Suaranusantara.com – Barcelona dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan Manchester United untuk meminjam Marcus Rashford selama musim 2025/26.
Dalam kesepakatan ini, klub asal Spanyol itu juga memiliki opsi untuk mempermanenkan sang pemain dengan mahar senilai £26 juta atau sekitar Rp550 miliar (kurs 2025).
Rashford disebut telah menyelesaikan tes medisnya di Spanyol. Namun, proses pendaftaran pemain belum dapat dilakukan karena Barcelona harus terlebih dahulu mengamankan dana, baik dari penjualan pemain, pemangkasan gaji, atau peningkatan pemasukan. Tenggat waktu pendaftaran pemain ditetapkan hingga akhir Agustus.
Peluang Emas bagi Marcus Rashford dan Barcelona
Bagi Barcelona, kehadiran Rashford yang punya pengalaman di level tertinggi serta kemampuan menyerang yang eksplosif adalah prospek menarik untuk memperkuat lini depan.
Sementara bagi Rashford, ini bisa menjadi momen penting untuk menghidupkan kembali kariernya jauh dari sorotan tajam media Inggris.
Meski keputusannya bergabung dengan Barcelona menuai kritik dari sebagian pihak yang menilai Rashford belum layak, namun statistiknya berbicara lain.
Selama periode 2019-2023, Rashford mencatatkan kontribusi gol luar biasa, 30 kontribusi gol di musim 2019/20 (22 gol, 8 assist), 33 kontribusi pada 2020/21 (21 gol, 12 assist), dan 39 kontribusi di musim 2022/23 (30 gol, 9 assist).
Satu-satunya penurunan tajam terjadi pada 2021/22, di mana ia hanya mengemas 5 gol dan 2 assist.
Meskipun dua musim terakhir tak seimpresif sebelumnya, Rashford tetap mencatatkan 13 kontribusi gol pada 2023/24 dan 19 kontribusi pada 2024/25 (11 gol dan 8 assist), jumlah yang hanya terpaut enam dari Bukayo Saka, dan bahkan lebih baik dari Anthony Gordon.
Artinya, meski dalam performa yang dianggap menurun, Rashford masih menunjukkan potensi kelas dunia yang melekat padanya.
arcelona berharap dengan atmosfer baru di La Liga, sang pemain bisa kembali pada level terbaiknya dan mengulang torehan 30 kontribusi gol per musim seperti masa jayanya.
Tambahan Dimensi Baru di Sayap Kiri Barcelona
Selama kariernya, Rashford lebih sering dimainkan di posisi sayap kiri, baik di Manchester United maupun dalam masa pinjamannya di Aston Villa musim lalu. Di Barcelona, ia akan membawa karakter berbeda dibandingkan Raphinha.
Meski Raphinha tampil fenomenal musim lalu dengan 34 gol dan 22 assist dari 57 laga, bahkan masuk kandidat Ballon d’Or, gaya mainnya sebagai winger kaki kiri yang kerap memotong dari sisi kanan sangat berbeda dari Rashford.
Pemain asal Inggris ini mengandalkan kecepatan, dribel langsung, dan kecenderungan masuk ke kotak penalti lewat sisi kiri untuk menembak dengan kaki kanan andalannya.
Perbedaan gaya ini bisa menjadi senjata taktis bagi pelatih Hansi Flick. Dengan rotasi antara Raphinha dan Rashford, Barcelona bisa mengeksplorasi berbagai variasi serangan dari sisi kiri, mengurangi beban satu pemain, dan menciptakan kejutan untuk lawan.
Alternatif Segar di Lini Depan Blaugrana
Tak hanya di sayap, Marcus Rashford juga punya pengalaman bermain sebagai penyerang tengah—posisi yang ia akui sangat disukainya.
Ini memberi Barcelona opsi menarik di lini depan, terlebih mengingat usia Robert Lewandowski yang kini sudah 36 tahun.
Lewandowski memang menjalani musim terbaiknya bersama Barcelona dengan mencetak 42 gol dan 3 assist dari 52 penampilan, namun faktor usia membuat klub harus menyiapkan suksesor.
Rashford bisa menjadi opsi rotasi yang menjanjikan, atau bahkan penerus sang predator jika opsi pembelian diaktifkan.
Memang, Rashford belum seefektif Lewandowski dalam penyelesaian akhir atau permainan dengan punggung menghadap gawang.
Namun, kecepatan dan kemampuannya menyerang ruang di belakang pertahanan lawan bisa membuka ruang bagi gelandang kreatif seperti Lamine Yamal, Dani Olmo, atau Pedri.
Selain itu, kehadirannya dapat membuat lawan berpikir dua kali untuk menekan tinggi, karena Rashford bisa menghukum mereka lewat serangan balik mematikan.


















Discussion about this post