Suaranusantara.com – Laporan terbaru dari Spanyol mengungkap bahwa manajemen Real Madrid telah menyatakan dukungannya kepada sang pelatih, Xabi Alonso, di tengah isu ketegangan antara dirinya dan sejumlah pemain kunci.
Secara kasatmata, suasana internal seharusnya kondusif. Los Blancos masih berada di puncak klasemen La Liga dan menempati posisi kesembilan pada fase liga Liga Champions setelah mencatat tiga kemenangan dari empat laga Eropa.
Namun, performa Madrid belakangan justru menurun, dengan tim gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan beruntun.
Kekalahan dari Liverpool di Liga Champions menjadi awal tren negatif tersebut, disusul dua hasil imbang kontra Rayo Vallecano dan Elche yang mengapit jeda internasional.
Hasil 2-2 melawan Elche bahkan berbuntut rumor bahwa Vinicius Junior enggan memperpanjang kontrak karena hubungan yang kurang harmonis dengan Xabi Alonso.
Isu lain menyebutkan bahwa ada sekelompok pemain yang kurang nyaman dengan metode latihan maupun pendekatan taktik sang entrenador, hingga memicu spekulasi apakah Real Madrid akan mempertimbangkan pergantian pelatih lebih cepat dari rencana semula.
Namun laporan Marca menegaskan hal sebaliknya, Dewan klub tetap memberikan kepercayaan penuh kepada Alonso, tanpa adanya rencana untuk mencopot jabatan sang pelatih.
Pimpinan Los Blancos disebut sudah menegaskan bahwa “pelatih adalah pemimpin tertinggi” dan Alonso dianggap sebagai sosok paling tepat untuk memimpin proyek jangka panjang klub.
Musim ini memang menjadi awal babak baru bagi Madrid setelah berpisah dengan Carlo Ancelotti pada penghujung musim lalu.
Meski memegang rekor sebagai pelatih tersukses dalam sejarah klub, Ancelotti meninggalkan kursi kepelatihan setelah musim 2023–24 yang dinilai kurang memiliki identitas permainan.
Kejelasan identitas inilah yang membuat klub menunjuk Alonso, yang sebelumnya sukses membangun filosofi kuat bersama Bayer Leverkusen.
Walau begitu, adaptasi ke Real Madrid berjalan tidak mudah. Alonso masih berupaya menerapkan ciri khasnya, termasuk peran pemain yang lebih terstruktur, berbeda dengan pendekatan fleksibel yang selama ini diterapkan Ancelotti.
Selain itu, ia juga relativ jarang memakai pola tiga bek yang menjadi salah satu kekuatan Leverkusen di eranya.
Di tengah dinamika ruang ganti, satu prinsip tetap dipegang teguh, tak ada pemain yang lebih besar dari klub.
Karena itu, posisi Alonso sebagai pemimpin proyek tetap kokoh, dan keputusan-keputusannya harus dihormati.
Kini, Alonso berharap seluruh isu internal dapat dikesampingkan agar tim kembali fokus saat melakoni laga penting Liga Champions melawan Olympiacos pada hari Kamis.


















Discussion about this post