Suaranusantara.com – Lazio akan menjamu Pisa dalam pertandingan Serie A, di Stadion Olimpiade Roma, pada Minggu, 24 Mei 2026, pukul 01.45 WIB.
Lazio dan Pisa bersiap menutup lembaran musim 2025-2026 yang penuh kekecewaan.
Kedua tim akan saling berhadapan dalam laga pamungkas Serie A yang sudah tidak menentukan nasib besar mereka.
Jika tuan rumah Lazio tertahan di papan tengah dan baru saja menelan pil pahit akibat gagal di final Coppa Italia, sang tamu dari Toskana justru harus menerima kenyataan pahit: langsung terlempar kembali ke kasta kedua sepak bola Italia.
Musim Terburuk Elang Ibu Kota di Abad Ini
Performa Lazio di liga domestik musim ini benar-benar jauh dari ekspektasi.
Skuad asuhan Maurizio Sarri bahkan terancam merosot ke paruh bawah klasemen jika lengah di pekan terakhir, mengingat Udinese dan Sassuolo terus mengintai di bawah mereka.
Kegagalan menembus kompetisi Eropa selama dua tahun beruntun memicu gejolak internal dan protes keras dari para pendukung setia di tribun penonton.
Stadion Olimpico yang biasanya angker bagi lawan kini justru menjadi tempat yang menyiksa bagi sang Elang.
Dua kekalahan beruntun Lazio terjadi di markas mereka sendiri, diawali dari kegagalan angkat trofi Coppa Italia setelah ditumbangkan Inter Milan, disusul kekalahan memalukan 0-2 dalam laga gengsi Derby della Capitale melawan Roma.
Ketidakmampuan Lazio mencetak gol dalam 17 pertandingan liga musim ini menjadi rekor mandul terburuk klub sepanjang abad ke-21.
Mengemas tiga kekalahan beruntun dengan agregat gol 0-7, Lazio dipastikan finis di posisi paling tinggi peringkat kesembilan.
Ini adalah pencapaian terendah mereka dalam 12 tahun terakhir. Ironisnya, pada pertemuan pertama Oktober lalu, Lazio bahkan gagal menang dan ditahan imbang 0-0 oleh Pisa di Arena Cetilar.
Pisa yang Kian Terbenam di Dasar Klasemen
Di kubu lawan, Pisa bersiap melakoni laga terakhir mereka di kasta tertinggi sebelum kembali ke Serie B.
Setelah absen selama tiga dekade dari jajaran elite Italia, kembalinya Pisa musim ini justru berakhir antiklimaks tanpa perlawanan berarti.
Klub berjuluk Nerazzurri ini selalu kalah dalam delapan pertandingan terakhir mereka dan kebobolan hingga 20 gol.
Kekalahan telak 0-3 dari Napoli pekan lalu membuat mereka terpuruk di dasar klasemen dengan hanya mengoleksi 18 poin dari 37 laga.
Sejak awal Februari, Pisa hanya mampu meraup empat poin, sebuah catatan performa terburuk di antara lima liga top Eropa dalam periode tersebut.
Keputusan manajemen menunjuk Oscar Hiljemark di pertengahan musim terbukti gagal total.
Kini, masa depan sang pelatih untuk memimpin misi promosi musim depan pun berada dalam ketidakpastian.
Badai Cedera dan Sanksi Pemain
Tuan rumah dipusingkan dengan krisis di sektor penjaga gawang. Ivan Provedel dan Edoardo Motta harus absen karena cedera, sehingga kiper ketiga, Alessio Furlanetto, akan kembali mengawal gawang setelah melakoni debutnya di laga derby.
Masalah Lazio bertambah karena Nicolo Rovella terkena sanksi kartu merah, sementara Kenneth Taylor dan Nuno Tavares juga menjalani hukuman akumulasi.
Patric dan kapten Mattia Zaccagni masih harus melewati tes kebugaran. Satu-satunya kabar baik bagi Sarri adalah kembalinya bek andalan Alessio Romagnoli dari masa hukuman.
Lazio juga belum menemukan pengganti sepadan setelah kepergian Taty Castellanos pada Januari lalu.
Di lini depan, Sarri kemungkinan akan mengandalkan salah satu dari Tijjani Noslin, Daniel Maldini, Boulaye Dia, atau Petar Ratkov.
Striker veteran Pedro diprediksi akan memainkan laga terakhirnya sebagai penyerang lubang (false nine), menemani Gustav Isaksen yang menjadi top skor klub meski hanya mengoleksi lima gol.
Sementara itu, Pisa akan mengandalkan Mehdi Leris dan Matteo Tramoni yang sejauh ini menjadi motor serangan tim, serta Stefano Moreo yang merupakan pencetak gol terbanyak klub dengan enam gol.
Meskipun Rosen Bozhinov dan Felipe Loyola sudah bisa kembali bermain, Pisa kehilangan Antonio Caracciolo karena sanksi kartu kuning ke-10 musim ini.
Francesco Coppola dan Daniel Denoon juga masih dibekap cedera, ditambah Tramoni yang kondisinya meragukan akibat masalah otot.
Prediksi Susunan Pemain
- Lazio (4-3-3):
Furlanetto; Marusic, Gila, Romagnoli, Pellegrini; Basic, Cataldi, Dele-Bashiru; Isaksen, Dia, Pedro - Pisa (3-5-2):
Semper; Bozhinov, Canestrelli, Calabresi; Leris, Hojolt, Aebischer, Akinsanmiro, Angori; Stojilkovic, Moreo
Prediksi Pertandingan dan Skor
Meski para suporter Lazio berencana melakukan aksi boikot dan tim sedang dalam tren negatif, kualitas skuad tuan rumah di atas kertas masih jauh di atas Pisa.
Sang tamu hampir tidak menunjukkan taji untuk bertahan di Serie A sepanjang musim ini.
Laga ini juga kemungkinan menjadi momen perpisahan bagi Maurizio Sarri, sehingga para pemain Lazio dipastikan termotivasi untuk memberikan kado perpisahan yang manis di kandang sendiri.
Prediksi Skor: Lazio 2-0 Pisa


















Discussion about this post