Suaranusantara.com – Transformasi wajah transportasi perkotaan di Indonesia semakin nyata seiring geliat upaya Kementerian Perhubungan mewujudkan integrasi antarmoda, mendorong mobilitas yang lebih selamat, aman, dan berkelanjutan.
Para pemangku kepentingan, pakar, influencer, dan pemerintah daerah berkumpul dalam sebuah diskusi interaktif bertema “Integrasi Antarmoda dan Masa Depan Transportasi Perkotaan Indonesia”.
Kegiatan yang dipandu Frisca Clarissa, presenter Kompas TV, ini dibuka dengan sambutan dari Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Irjen Pol. (Purn) Dr. Drs. Aan Suhanan, M.Si, dan Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Haryo Damardono.
Keduanya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor demi menghadirkan sistem transportasi publik yang benar-benar terhubung dan ramah masyarakat.
Isu integrasi transportasi tidak lagi sekadar wacana. Kini ia menjadi kebutuhan mendesak, menjawab harapan masyarakat akan moda yang tidak hanya efisien, tapi juga aman dan terjangkau.
Ini pula bagian dari komitmen besar Indonesia dalam menekan kemacetan dan mengejar target net zero emission.
“Memaparkan strategi nasional pengembangan transportasi kota agar terjalin sinergi seluruh moda: bus, kereta, hingga angkutan online”, kata Direktur Jenderal Integrasi Transportasi Multimoda, Risal Wasal, di Hotel Santika Hayam Wuruk, Jakarta pada Jumat 8 Agustus 2025.
Sementara influencer transportasi, Cecilia Novanca, menyoroti peran media sosial membentuk budaya mobilitas cerdas yang inklusif dan membumi di masyarakat, mulai dari tips naik transportasi umum hingga edukasi keamanan.
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno turut mendorong solusi konkrit guna menjawab tantangan integrasi, dari aspek kebijakan hingga pembenahan infrastruktur.
“Pemerintah Pusat juga harus memberikan stimulan awal atau bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Angkutan Umum bagi daerah yang sudah secara mandiri menyelenggarakan angkutan umum. DAK diberikan agar pemenuhan kebutuhan angkutan umum di daerah tercukupi,” ujar Djoko Setijowarno.
Walikota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, membagikan praktik baik yang tengah diterapkan di wilayahnya dalam membangun konektivitas antarmoda yang memudahkan warga.
“Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya media sosial, pesan penting pemerintah acap kali tenggelam di antara narasi yang tak utuh”, katanya.
Tantangan ini menjadi urgensi tersendiri bagi Biro Komunikasi dan Informasi Kementerian Perhubungan untuk mengedepankan komunikasi publik yang terbuka dan kredibel.
Kolaborasi Kementerian Perhubungan dengan Kompas, media nasional dengan reputasi luas dan kapabilitas multiplatform, diyakini mampu memperkuat edukasi publik.
Talkshow dan forum dialog yang dihadirkan bukan sekadar ajang sosialisasi, namun menjadi ruang partisipasi masyarakat, komunitas transportasi, hingga Key Opinion Leader untuk menyampaikan aspirasi dan gagasan


















Discussion about this post