
Jakarta – SuaraNusantara
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku, dirinya menjadi korban berita bohong atau hoax. Ia pun meminta agar masyarakat tak terpengaruh dengan isi berita yang sudah viral di media sosial facebook tersebut.
“Pemberitaan bersifat fitnah dan mengandung unsur adu domba muncul dikaitkan dengan Menteri Dalam Negeri. Saya mohon semua pihak diminta tak terprovokasi dengan ujaran-ujaran yang dikutip dalam media ini,” terang Tjahjo, Jakarta, Jumat (26/5/2017).
Kata dia, berita hoax yang dimuat laman situs www.tribunhot.com terlihat sekali ingin mengadu domba dirinya dengan Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Rasyid Baswedan.
“Waspadai berita viral dan fitnah. Ini mau adu domba saya dengan Gubernur DKI terpilih Anies Baswedan,” paparnya
Karena itu politisi senior PDI Perjuangan itu menekankan, semua pihak tidak langsung asal percaya, lalu menyebarluaskan berita yang tak jelas sumbernya tersebut.
“Pemberitaan ini jelas sekali bersifat fitnah dan adu domba,” jelas dia.
Sebelumnya, diberitakan Tribunhot.com, bahwa Mendagri Tjahjo Kumolo menyebut Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan ingin mengubah dasar Pancasila menjadi syariat islam.
Bahkan Tajahjo disebut-sebut memiliki bukti rekaman ketika mantan Menteri Pendidikan bersama salah seorang komisaris BUMN itu teriak-teriak ingin mengganti Pancasila dengan syariat Islam.
“Saya mempunyai bukti rekaman jelas bahwa mantan Menteri Pendidikan yang kini menjadi Gubernur DKI terpilih Anies Baswedan berteriak-teriak bersama komisaris BUMN bahwa mereka ingin mengganti Pancasila dengan syariat Islam,” demikian dilansir Tribunhot, Senin, 22 Mei lalu, seolah-olah mengutip ucapan Mendagri.
Dikatakan, bukti tersebut ditemukan oleh Menko Polhukam Wiranto, berupa rekaman visual, data tertulis maupun foto. Kini bukti-bukti itu masih dalam penyelidikan aparat penegak hukum.
“Jika benar video tersebut asli, Bapak Anies dan Komisaris BUMN bisa diproses hukum karena menentang keutuhan Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia,” tegas Tjahjo.
Penulis: Hasbullah

















