
Bekasi-SuaraNusantara
Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengunjungi keluarga Muhammad Alzahra (Zoya/Azoy) yang tewas dibakar hidup-hidup karena dituduh mencuri amplifier milik Mushola Al-Hidayah di Kampung Muara Bakti RT 12 RW 07, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.
Lukman menemui istri dan keluarga Zoya di kontrakan mereka yang sederhana, di Kampung Jati RT 4 RW 5, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Bekasi, Senin (7/8/2017). Tiba sekitar pukul 09.00 WIB, Menag diterima oleh istri almarhum, Siti Zubaedah beserta keluarganya.
Dalam kesempatan itu, Menag membesarkan hati istri almarhum yang sedang hamil enam bulan. Menag juga berjanji dirinya akan menanggung biaya pendidikan putra sulung almarhum yang masih berusia 4 tahun.
“Insya Allah, jika keluarga almarhum mengizinkan, saya akan menanggung biaya pendidikan anak almarhum,” tutur Menag di hadapan keluarga Zoya.
Menag mengaku kehadirannya ke Bekasi untuk menyampaikan belasungkawa dan rasa sedih mendalam atas peristiwa yang menimpa almarhum. “Saya berharap peristiwa yang sama tidak terulang. Tindakan persekusi tidak dapat dibenarkan,” kata Menag.
“Saya harap tindakan ini bisa diproses secara hukum dan kita semua bisa sama-sama mengambil pelajaran atas musibah yang menimpa keluarga Siti Zubaedah,” sambung Menag.
Sementara Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang turut mendampingi Menag Lukman Hakim berkunjung ke kontrakan almarhum Zoya, juga memberikan bantuan kebutuhan hidup setiap bulan selama seumur hidup. Jumlahnya disesuaikan dengan penghasilan mendiang suaminya. Bantuan itu diharapkan dapat menjadi modal usaha sampai dengan mandiri dalam pengelolaannya.
“Kalau Pak Menteri (Lukman Hakim Saifuddin) akan membantu biaya pendidikan anak sulung, korban selama empat tahun,” ujar Dedi.
Sampai saat ini belum diketahui pasti apakah benar Zoya merupakan pelaku pencurian amplifier, sebab polisi baru mendasarkan keterangan dari sejumlah saksi yang sebagian besar merupakan pelaku pengeroyokan. Kabar yang beredar di media sosial menyebutkan bila amplifier mushola sebenarnya tidak hilang, karena masih berada di tempatnya.
Pada hari naas itu, Zoya yang sehari-harinya memang berkeliling mencari amplifier bekas untuk diperbaiki dan dijual kembali diduga memang membawa amplifier milik sendiri. Saat dia sholat di Mushola Al-Hidayah, diduga amplifier itu dibawa masuk ke mushola karena takut hilang bila ditinggal di motor.
Penulis: Yono

















