SuaraNusantara.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan beberapa arahan pada ratusan pejabat menengah (Pamen) dan pejabat tinggi (Pati) Polri. Jokowi minta untuk menindak tegas anggota polisi yang melakukan pelanggaran maupun bergaya hidup mewah.
Hal tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai pengarahan tertutup Jokowi kepada para pejabat Polri di Istana Negara Jakarta, Jumat (14/10). Berikut pernyataan lengkap Kapolri Jenderal Listyo Sigit perihal arahan Presiden Jokowi untuk dirinya juga Pati dan Pamen Polri di Istana Negara.
Baru saja kami Kapolri beserta seluruh pejabat utama Mabes Polri, Kapolda, Kapolres mendapatkan arahan dan direktif langsung dari Bapak Presiden RI.
Ada beberapa poin yang tentu jadi catatan kami untuk kita tindaklanjuti.Pertama seluruh jajaran institusi Polri mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada kami terkait upaya mengawal kebijakan pemerintah seperti penanganan Covid, kegiatan-kegiatan mengawal bantuan sosial dan bantuan-bantuan pemerintah lain dan kegiatan-kegiatan yang berdampak pada kepercayaan publik. Yang sempat menjadi salah satu peringkat tertinggi untuk aparat penegak hukum. Namun karena peristiwa FS dan beberapa kasus yang kemudian berdampak pada persepsi negatif, saat ini tingkat kepercayaan publik kepada Polri rendah.
Arahan beliau jelas dan tegas bahwa kami harus solid, bersama-sama berjuang melakukan apa yang menjadi tupoksi kami. Pelindung pengayom masyarakat, responsif terhadap apa yang menjadi keluhan masyarakat, respons cepat dan kita memiliki sense of crisis dalam situasi sulit.
Sehingga kita bisa melakukan upaya-upaya Kamtibmas dan penegakan hukum seperti yang diharapkan masyarakat. Tentu kita sepakat hal-hal yang sifatnya bisa menurunkan tingkat kepercayaan publik terkait gaya hidup, hal-hal pelanggaran tentunya ini jadi arahan Bapak Presiden dan kami tindak lanjuti untuk langkah-langka tegas termasuk tentunya pemberantasan judi online, pemberantasan narkoba dan pemberantasan-pemberantasan yang tentu sangat mengganggu dan meresahkan masyarakat.
Kami tentunya akan melaksanakan arahan dan perintah beliau untuk mengawal pemerintah daerah baik kabupaten, kota, provinsi dalam situasi global yang saat ini sangat sulit. Bagaimana kita mengawal agar bagaimana harga-harga terkelola, terkendali tingkat inflasi kita kawal, kegiatan-kegiatan pembangunan bisa kita kawal dan semuanya tentunya menjadi bagian yang harus terus menerus kita laksanakan.
Penguatan terkait soliditas mengawal langkah-langkah tupoksi kami dan pemerintah soliditas TNI, menjaga stabilitas keamanan, apalagi ktia menghadapi situasi tahun politik. Bagaimana kita melakukan tindakan tegas terhadap hal-hal yang bisa berdampak terhadap perpecahan, polarisasi yang bisa mengganggu masyarakat yang sekarang sedang sulit. Ini menjadi kebijakan dan akan kita tindak lanjuti.
Selanjutnya kami akan terus melaksanakan program transformasi Polri presisi dengan hal-hal yang lebih mudah bisa dilakukan semua anggota saling mengingatkan antar anggota. Menjadi contoh punya sense of crisis apa yang dilakukan Polri bisa betul-betul mengembalikan kepercayaan publik, menjadi harapan kita menjadi Polri yang dekat dengan masyarakat. (edw)


















Discussion about this post