Suaranusantara.com – Kepala Badan Pelaksana BPBD Agam, Budi Perwira mengatakan pemerintah kabupaten Agam, Sumatera Barat menetapkan masa tanggap darurat banjir lahar dingin selama 14 hari.
“Sesuai dengan hasil evaluasi, koordinasi dan kaji cepat yang kita lakukan kemarin, ditetapkan masa tanggap darurat 14 hari, sampai 18 April mendatang,” ucap Budi, Sabtu (6/4/2024).
Budi berkata saat ini disediakan sejumlah alat berat untuk melakukan pengerukan dan normalisasi aliran sungai.
“Sungai-sungai kita bersihkan dari material banjir lahar dingin kemarin,” ucapnya.
Kondisi terkini, tampak material berupa kayu dan pasir memenuhi aliran sungai beserta rumah-rumah warga.
Diketahui, banjir lahar dingin terjadi pada Jumat (5/4/2024), yang dipicu hujan lebat sejak dua hari terakhir di hulu Gunung Marapi.


















Discussion about this post