
Jakarta – Suara Nusantara
Seluruh elemen masyarakat diminta menahan diri untuk tidak melakukan kegiatan yang sifatnya pengerahan massa pada tanggal 12 sampai 14 Februari mendatang, tak terkecuali aksi demonstrasi sekalipun.
Diketahui, berdasarkan jadawal tahapan Pilkada 2017, KPU menetapkan tanggal tersebut sebagai hari berakhirnya seluruh aktivitas kampanye dan memasuki hari tenang Pilkada.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, seluruh kegiatan yang sifatnya pengarahan massa tidak boleh dilakukan oleh siapa pun, terlebih pendukung pasangan calon (Paslon) kepala daerah pada saat hari tenang Pilkada berlangsung.
Kegiatan tersebut tak hanya untuk kampanye Paslon namun juga meliputi kegiatan-kegiatan yang melibatkan massa di jalan protokol.
“Peraturan KPU, pada saat minggu tenang tidak boleh ada kegiatan yang sifatnya pengerahan massa oleh siapapun khususnya pendukung pasangan calon atau kegiatan-kegiatan di jalan-jalan protokol, apalagi kegiatan yang menjurus pada kampanye,” jelas Tjahjo, Jakarta, Selasa (7/2).
Kata bekas Sekjen PDI Perjuangan itu, larangan tersebut guna menjaga situasi jelang maupun saat Pilkada 15 Februari mendatang tetap aman dan kondusif.
“Pemerintah meminta seluruh elemen masyarakat menjaga suasana yang kondusif pada minggu tenang,” sambung Tjahjo.
Diharapkan, masyarakat turut serta menyukseskan gelaran Pilkada yang akan berlangsung secara serentak di 101 daerah tersebut dengan tetap menjaga situasi tetap kondusif.
“Pemerintah meminta seluruh elemen masyarakat menyukseskan Pilkada serentak agar berjalan secara demokratis,” tukas Tjahjo.
Diberitakan sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. M. Iriawan mengatakan, menjelang pelaksanaan Pilgub DKI yang merupakan bagian dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017, akan banyak kegiatan penyampaian pendapat di muka umum berupa unjuk rasa dan pengerahan massa.
Salah satunya, dari surat pemberitahuan yang diterima oleh Polda Metro Jaya, akan ada aksi unjuk rasa dengan mengumpulkan massa yang cukup banyak pada tanggal 11 Februari 2017 mendatang. (Has)

















