
Jakarta – SuaraNusantara
Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua, 19 April mendatang dipastikan bakal ada yang berberbeda. Itu bukan hanya dari jumlah partisipasi pemilih yang diprediksi meningkat, tapi tampilan foto Paslon pada surat suara juga akan ada perubahan mencolok.
Sebut saja dalam surat suara Pilgub DKI Jakarta putaran kedua nanti, calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat tampil dengan mengenakan peci. Padahal di putaran pertama, foto Djarot dalam surat suara tidak berpeci.
Bergantinya tampilan Djarot itu pun wajar bila mengundang reaksi banyak pihak di akun media sosial (Medsos).
Awalnya pemilik akun Twitter @ferrykoto mempertanyaakan alasan Djarot mengganti foto surat suara Pilgub putaran kedua.
“Pak Djarot “jualan agama” ? Koq dari tdk pakai peci ganti pakai peci, takut dikira ndak Islami ya? Kurang suara Non Muslim nya?,” tulis @ferrykoto dalam tweetnya lengkap dengan foto perbandingan surat suara putaran pertama dan kedua Pilgub DKI.
Rekomendasi:
Tak sepakat bila Djarot disebut-sebut menjual agama hanya karena mengenalan peci, juru bicara Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul melemparkan pernyataan pedas pada akun @ferrykoto.
Menurutnya, peci bukan simbol dan identitas pemeluk agama tertentu. Tapi merupakan budaya Indonesia yang pertama kali diperkenalkan oleh sosok ploklamator kemerdekaan, Soekarno.
“Hanya orang tolol yang nengatakan peci itu indentik dengan agama, Peci itu Budaya Nasional dari Bung Karno Sip deh,” cuit @ruhutsitompul.
Senada dengan Ruhut, akun @nenniputriachir menulis komentar. Â “saya islam.. Sy cari pelayan masyarakat bekerja nyata, terbukti dan teruji, bukan pemimpin Agama dan imam Sholat..,”cuit @nenniputriachir.
Hingga berita ini ditulis, tweet yang diposting pada pukul 20.57 WIB itu telah di bagi ulang atau diretweet sebanyak 160 kali dan di-like oleh 92 orang.
Penulis : Hasbullah

















