Suaranusantara.com – Presiden Prabowo Subianto memiliki visi ambisius untuk menjadikan koperasi Indonesia mampu bersaing dengan koperasi-koperasi besar di luar negeri. Salah satu target besar dalam visi ini adalah koperasi di Tanah Air dapat memiliki smelter, membangun pabrik crude palm oil (CPO), dan fasilitas pengolahan susu.
Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Koperasi dan UKM (Wamenkop) Ferry Juliantono dalam acara Konferensi Pembangunan Indonesia 2025 yang digelar oleh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia di Jakarta, Selasa (7/1/2025).
“Presiden Prabowo ingin koperasi Indonesia tidak hanya sekadar menjalankan usaha kecil, tetapi bisa memiliki kemampuan seperti koperasi di luar negeri, termasuk membangun pabrik-pabrik besar,” ungkap Ferry.
Revisi Regulasi untuk Mendukung Transformasi Koperasi
Untuk mendukung visi besar ini, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) berencana menerbitkan revisi Peraturan Menteri Koperasi (Permenkop) Nomor 4 Tahun 2020.
Aturan baru ini akan memberikan fleksibilitas lebih besar kepada Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan UMKM (LPDB-KUMKM) dalam berinvestasi.
Ferry menjelaskan bahwa dengan revisi ini, koperasi akan diizinkan melakukan aksi korporasi, seperti mengakuisisi aset-aset besar, termasuk smelter, kapal canggih, dan perkebunan.
Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang bagi koperasi untuk masuk ke sektor industri strategis, yang selama ini lebih banyak dikuasai oleh perusahaan besar.
Tambahan Anggaran Rp 10 Triliun
Selain revisi regulasi, Presiden Prabowo juga telah mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp 10 triliun untuk LPDB-KUMKM. Dana ini bertujuan memperkuat kapasitas koperasi dalam memasuki sektor riil dan industri.
“Kami terus mendorong transformasi koperasi agar dapat berperan lebih signifikan dalam perekonomian nasional,” ujar Ferry. Menurutnya, koperasi di Indonesia harus mampu mengelola usaha berskala besar, sehingga dapat menjadi pilar utama pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Langkah Menuju Koperasi Modern dan Mandiri
Visi besar Presiden Prabowo ini menjadi tonggak penting dalam modernisasi koperasi di Indonesia. Dengan dukungan regulasi yang lebih fleksibel, peningkatan kapasitas pendanaan, dan semangat transformasi, koperasi diharapkan mampu bersaing di pasar global.
Jika terealisasi, langkah ini akan menjadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi baru yang tidak hanya berperan dalam usaha kecil dan menengah, tetapi juga mampu menjadi pemain utama di sektor industri strategis.
Visi ini sekaligus menjadi cerminan komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem koperasi yang tangguh, modern, dan mandiri.


















Discussion about this post