Suaranusantara.com- Xiaomi melalui submerek Redmi tak henti menambah amunisi di lini ponsel murahnya. Kali ini, Redmi 15C 5G hadir membawa konektivitas lebih cepat tanpa harus mengorbankan identitas khas seri C yang terkenal dengan baterai besar.
Secara tampilan, ponsel ini tidak banyak berubah. Redmi masih mempertahankan layar LCD 6,9 inci dengan refresh rate 120Hz serta notch di bagian depan untuk kamera selfie 8 MP. Di bagian belakang, terdapat kamera utama 50 MP dengan modul kotak sederhana yang mirip seri sebelumnya.
Perubahan signifikan ada pada sektor dapur pacu. Redmi 15C 5G ditenagai MediaTek Dimensity 6300 (6nm), menggantikan Helio G81 Ultra pada versi 4G. Chipset ini membawa dua inti performa 2,4GHz dan enam inti efisiensi 2,0GHz, yang menjanjikan performa lebih kencang sekaligus hemat daya untuk pemakaian harian.
Dari sisi baterai, Redmi tetap mengandalkan kapasitas besar 6.000 mAh dengan dukungan fast charging 33W. Sayangnya, adaptor tidak disertakan dalam paket penjualan, setidaknya di beberapa negara Eropa. Fitur lain yang dibawa termasuk tahan cipratan IP64, NFC di pasar tertentu, sensor sidik jari di samping, hingga jack audio 3,5 mm.
Soal harga, Redmi 15C 5G dibanderol mulai €150 (sekitar Rp2,7 juta) untuk varian 4/128GB. Sementara itu, versi 4/256GB dijual sedikit lebih mahal, sekitar €180–200 (Rp3,5–3,9 juta), bergantung pada negara. Angka ini memang lebih tinggi dibanding edisi 4G yang masih dijual sekitar €130, namun tetap kompetitif untuk ukuran ponsel 5G.
Kehadiran Redmi 15C 5G disebut sebagai langkah strategis Xiaomi untuk memperkuat posisinya di segmen budget global. Apalagi, pasar Eropa dikenal punya harga ponsel lebih tinggi akibat regulasi dan pajak. Bila kelak masuk Indonesia, besar kemungkinan harganya akan lebih ramah di kantong.
Dengan kombinasi 5G, baterai jumbo, dan harga terjangkau, Redmi 15C 5G bisa jadi pilihan menarik bagi pengguna yang ingin menjajal konektivitas generasi terbaru tanpa merogoh kocek dalam.
















Discussion about this post