Suaranusantara.com- Peluncuran global Oppo Reno 15 Pro Max menjadi sinyal bahwa persaingan smartphone kelas menengah premium akan semakin ketat. Taiwan dipilih sebagai panggung pertama, menandai pentingnya pasar Asia dalam strategi global Oppo.
Penggunaan nama “Pro Max” menjadi perubahan signifikan dalam strategi branding Oppo untuk seri Reno. Meski terdengar sebagai model paling tinggi, Oppo Reno 15 Pro Max pada dasarnya merupakan adaptasi global dari Reno 15 Pro yang telah lebih dulu diperkenalkan di China pada penghujung 2025. Menariknya, Oppo justru menghadirkan Reno 15 Pro versi global sebagai perangkat dengan dimensi lebih kecil dan bodi yang lebih ringkas.
Perbedaan paling mencolok antara kedua model ini terlihat dari sektor layar. Reno 15 Pro Max membawa panel AMOLED berukuran 6,78 inci dengan resolusi 1,5K, menyasar pengguna yang menginginkan pengalaman visual lebih luas. Sementara itu, Reno 15 Pro tampil dengan layar 6,32 inci yang lebih kompak, namun memiliki tingkat kerapatan piksel lebih tinggi. Keduanya sama-sama mendukung refresh rate tinggi dan telah dilapisi perlindungan Gorilla Glass Victus 2.
Di balik desain yang berbeda, Oppo menyamakan spesifikasi inti pada kedua perangkat tersebut. Reno 15 Pro Max dan Reno 15 Pro ditenagai chipset MediaTek Dimensity 8450 berbasis fabrikasi 3 nanometer yang dirancang untuk menyeimbangkan performa dan efisiensi daya. Prosesor ini dipadukan dengan RAM 12 GB berstandar LPDDR5X untuk mendukung multitasking dan kinerja berat.
Sektor fotografi juga dibuat seragam. Oppo membekali kedua ponsel dengan kamera utama beresolusi 200 MP yang sudah dilengkapi fitur optical image stabilization. Selain itu, terdapat kamera periskop telefoto 50 MP dengan kemampuan pembesaran optik hingga 3,5 kali. Untuk kebutuhan swafoto, Oppo menyematkan kamera depan 50 MP ultra-wide dengan sudut pandang 100 derajat pada kedua model.
Perbedaan kembali terlihat pada aspek daya. Reno 15 Pro Max membawa baterai berkapasitas 6.500 mAh, sedikit lebih besar dibanding Reno 15 Pro yang dibekali baterai 6.200 mAh. Keduanya mendukung pengisian cepat 80 watt melalui kabel, namun hanya varian Pro Max yang dilengkapi fitur pengisian daya nirkabel hingga 50 watt.
Sebagai pelengkap, seluruh varian Reno 15 Pro Series telah mengantongi sertifikasi IP69. Artinya, perangkat ini dirancang tahan terhadap debu, semprotan air bertekanan tinggi, hingga kondisi perendaman ekstrem, sebuah fitur yang kini semakin dibutuhkan di kelas menengah premium.
Mengutip laporan GizChina, Oppo Reno 15 Pro Max dipasarkan di Taiwan dengan banderol sekitar 795 dolar AS atau setara Rp 13,1 juta. Sementara itu, Oppo Reno 15 Pro versi reguler dibanderol lebih terjangkau di kisaran 670 dolar AS atau sekitar Rp 11 juta. Hingga saat ini, Oppo masih belum mengungkapkan jadwal resmi kehadiran kedua perangkat tersebut di pasar Indonesia.

















Discussion about this post