Suaranusantara.com- iPhone telah mencatatkan kenaikan penjualan yang luar biasa. Tercatat pada 2025, iPhone secara global mencatat kenaikan penjualan sebesar sepuluh persen.
Hal ini, menjadikan Apple menguasai pangsa pasar smartphone secara global. Apple menguasai pangsa pasar global sebanyak dua persen.
Kenaikan penjualan iPhone secara global dikarenakan adanya dorongan kombinasi produk yang lebih kuat serta permintaan yang lebih tinggi di pasar berkembang dan menengah.
Contohnya iPhone 17 Series yang menghadirkan smartphone dengan daya tarik tersendiri.
“iPhone 17 series memiliki daya tarik yang signifikan pada Q4 setelah peluncurannya yang sukses, sementara iPhone 16 terus menunjukkan performa yang luar biasa di Jepang, India, dan Asia Tenggara,” kata Analis Senior Counterpoint Varun Mishra dalam laporannya, seperti dikutip Rabu 14 Januari 2026.
Kenaikan ini semakin memperkuat siklus upgrade smartphone bahkan sejak era Covid 19 yang melanda dunia.
“Momentum ganda ini semakin diperkuat dengan siklus upgrade dari era COVID yang mencapai titik puncaknya, karena jutaan pengguna ingin mengganti perangkat mereka,” sambungnya.
Sementara itu, untuk smartphone lain seperti Samsung menduduki posisi kedua setelah Apple.
Samsung menduduki peringkat dua dengan pangsa pasar 19% dan pertumbuhan pengapalan sebesar 5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan Samsung didorong oleh penjualan Galaxy A series di segmen menengah serta Galaxy Z Fold7 dan Galaxy S25 series di pasar premium.
Lalu di peringkat ketiga ada Xiaomi dengan pangsa pasar 13%. Permintaan yang tinggi di Amerika Latin dan Asia Tenggara membantu mempertahankan penjualan meskipun menghadapi tantangan di industri.
Vivo ada di peringkat empat dengan pangsa pasar 8% dan pertumbuhan pengapalan sebesar 3%. Di sisi lain, pengapalan Oppo turun 4% dari tahun sebelumnya karena permintaan yang lemah dan kompetisi yang ketat di China dan Asia Pasifik.
Menghadapi tahun 2026, Counterpoint memperkirakan pasar ponsel global akan melambat tahun ini karena krisis memori global dan kenaikan biaya komponen yang memaksa sejumlah vendor menaikkan harga perangkatnya.
“Dengan latar belakang ini, kami telah merevisi perkiraan kami untuk tahun 2026 dengan menurunkan estimasi pengapalan sebesar 3%,” ujar Direktur Riset Counterpoint Tarun Pathak.
“Meskipun krisis pasokan akan membebani pengapalan ponsel, Apple dan Samsung kemungkinan akan tetap tangguh, didukung oleh kemampuan rantai pasokan yang lebih kuat dan posisi pasar premium, sedangkan vendor China terpusat di segmen harga lebih rendah yang menghadapi tekanan lebih besar,” pungkasnya.


















Discussion about this post