Suaranusantara.com – Lava Bold 2 5G resmi diperkenalkan sebagai tambahan terbaru dalam lini ponsel 5G terjangkau milik Lava di pasar India.
Kehadiran perangkat ini menjadi penerus dari generasi sebelumnya yang dirilis tahun lalu, sekaligus memperlihatkan upaya perusahaan menghadirkan smartphone dengan spesifikasi kompetitif tanpa membuat harga melonjak tinggi.
Di tengah persaingan pasar ponsel 5G kelas menengah yang semakin ketat, perangkat terbaru ini mencoba menawarkan kombinasi menarik antara desain modern, performa memadai, serta pengalaman Android yang bersih.
Tidak hanya fokus pada performa, Lava juga berusaha meningkatkan beberapa aspek penting seperti layar dan desain agar lebih nyaman digunakan dalam aktivitas sehari hari.
Sebagai penerus generasi sebelumnya, Lava Bold 2 5G hadir dengan sejumlah penyempurnaan.
Mulai dari tampilan layar yang lebih praktis hingga penggunaan chipset baru yang diklaim memberikan performa lebih stabil untuk berbagai kebutuhan, mulai dari multitasking hingga hiburan.
Layar AMOLED 120Hz yang Lebih Praktis
Dari sisi tampilan, smartphone 5G terbaru Lava ini dibekali layar AMOLED berukuran 6,67 inci dengan resolusi Full HD Plus.
Panel tersebut juga mendukung refresh rate 120Hz sehingga navigasi terasa lebih halus, baik saat menggulir media sosial maupun bermain gim.
Menariknya, kali ini Lava tidak lagi menggunakan layar melengkung seperti pada generasi sebelumnya.
Sebagai gantinya, perusahaan memilih panel 2.5D yang dinilai lebih praktis dalam penggunaan sehari hari.
Banyak pengguna menganggap layar jenis ini mengurangi risiko sentuhan tidak sengaja yang kerap terjadi pada panel melengkung.
Selain itu, perangkat ini tetap mempertahankan sensor sidik jari di dalam layar, fitur yang biasanya lebih sering ditemukan pada ponsel dengan harga lebih tinggi.
Performa Didukung Chipset Dimensity Terbaru
Untuk urusan dapur pacu, Lava Bold 2 5G mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 7060.
Chip ini menggantikan Dimensity 6300 yang digunakan pada generasi sebelumnya, sehingga diharapkan mampu memberikan peningkatan kinerja yang lebih baik.
Perangkat ini dipadukan dengan RAM LPDDR5 sebesar 6GB dan penyimpanan internal 128GB.
Selain itu, pengguna juga bisa memanfaatkan fitur ekspansi RAM virtual hingga tambahan 6GB guna membantu kinerja multitasking.
Yang cukup menarik, ponsel Lava terbaru ini langsung menjalankan Android 15.
Lava juga tetap mempertahankan filosofi software yang bersih tanpa aplikasi bawaan yang tidak diperlukan, sehingga pengalaman penggunaan terasa lebih ringan.
Kamera 50MP untuk Fotografi Harian
Dari sektor fotografi, Lava Bold 2 5G dibekali kamera utama 50MP yang didampingi sensor tambahan untuk mendukung efek kedalaman atau pemotretan makro.
Sementara itu, di bagian depan tersedia kamera selfie 8MP. Spesifikasi ini memang sedikit lebih rendah dibanding generasi sebelumnya yang menggunakan kamera depan 16MP, namun masih cukup untuk kebutuhan foto selfie maupun panggilan video.
Baterai 5000mAh dan Desain Tipis
Untuk menopang aktivitas harian, smartphone Lava Bold 2 generasi terbaru ini membawa baterai berkapasitas 5000mAh yang mendukung pengisian cepat 33W.
Dengan kapasitas tersebut, perangkat diklaim mampu bertahan sepanjang hari dalam penggunaan normal.
Menariknya, meski membawa baterai besar, desain bodinya tetap tergolong ramping dengan ketebalan hanya sekitar 7,55 mm.
Perangkat ini juga sudah dilengkapi sertifikasi IP64 yang memberikan perlindungan terhadap debu dan percikan air, fitur yang masih jarang ditemui di kelas harga serupa.
Harga dan Ketersediaan
Lava Bold 2 5G akan tersedia dalam dua pilihan warna, yakni Feather White dan Midnight Black.
Untuk pasar India, harga awalnya dibanderol sekitar 12.999 rupee untuk varian 6GB RAM dan penyimpanan 128GB setelah diskon bank dan kupon.
Penjualan perdana dijadwalkan dimulai pada 19 Maret melalui platform Amazon India.
Dengan layar AMOLED 120Hz, sistem operasi Android bersih, serta chipset kelas menengah yang cukup bertenaga, Lava tampaknya ingin menghadirkan smartphone 5G terjangkau yang seimbang antara performa, fitur, dan harga.


















Discussion about this post