Suaranusantara.com – Nubia resmi merilis tablet gaming Red Magic Astra 2 secara global pada Minggu (19/7/2026).Tablet ini sebelumnya debut di China pada Juni lalu dengan nama Red Magic Gaming Tablet 5 Pro.
Red Magic Astra 2 didesain identik dengan Gaming Tablet 5 Pro. Tablet ini juga memiliki spesifikasi yang nyaris sama persis dengan “kembarannya” di China.
Perbedaannya hanya dukungan fast charging perangkat yang lebih rendah, yaitu 75 watt dibanding versi China 80 watt.
Perangkat ini dirancang memiliki performa yang tangguh ditunjang chipset flagship, layar yang mulus dengan kecepatan refresh hingga 185 Hz, hingga sistem pendingin yang memadai dengan vapor chamber yang besar.
Red Magic Astra 2 juga dilengkapi dengan deretan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI), baik untuk menunjang aktivitas bermain game, maupun produktivitas.
Spesifikasi Red Magic Astra 2
HP ini tampil dengan layar OLED 9,06 inci beresolusi 2.4K dengan refresh rate adaptif 60 Hz hingga 185 Hz.
Tablet ini mendukung fitur frame interpolation hingga 144 fps pada lebih dari 200 game yang kompatibel, sehingga visual permainan diklaim lebih mulus.
Tablet ini menggunakan layar panel X10 OLED dengan tingkat kecerahan maksimum mencapai 1.600 nits, serta 1.100 nits saat seluruh layar menampilkan konten berwarna putih.
Red Magic menyematkan pengontrol layar sentuh Synaptics S3930 yang mendukung touch sampling rate 300 Hz, respons sentuh instan hingga 2.000 Hz, dan latensi sentuh hanya 1 milidetik.Perangkat ini dibekali algoritma wet touch agar layar tetap responsif meski agak basah.
Ponsel ini ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 (3 nm). Tablet ini juga ditopang chip gaming buatan Red Magic yakni RedCore R4, serta mesin optimasi Energy Cube 3.0.
Kombinasi tersebut dapat meningkatkan pemrosesan grafis, mengoptimalkan penggunaan memori, sekaligus mengatur alokasi CPU dan GPU secara otomatis sesuai beban kerja saat bermain game.
HP ini mengusung desain penampang transparan, khususnya pada area yang mewadahi sistem pendingin perangkat.Di bagian belakang ponsel juga terdapat 11 lampu RGB LED yang dapat dikustomisasi, sejajar dengan modul kamera ponsel yang didesain sama bersama penampangnya.
Tablet ini membawa sistem pendingin aktif berbasis cairan yang diklaim sebagai yang pertama di industri tablet gaming.Sistem pendingin tersebut mengalirkan cairan fluorinated coolant melalui pipa tertutup menggunakan pompa mikro.Pendingin ini dipadukan dengan Liquid Metal 3.0, vapor chamber berukuran besar, serta beberapa lapisan penghantar panas untuk menurunkan suhu saat perangkat bekerja dalam beban tinggi.
Pada aspek daya, Nubia Red Magic Astra 2 dibekali baterai berkapasitas 8.300 mAh. Pengisian ulangnya didukung fast charging 75 watt.
Tablet ini juga mendukung reverse charging dan dibekali dua port USB-C, sehingga pengguna tetap dapat mengisi daya dengan nyaman saat bermain game dalam posisi horizontal.Kedua port tersebut juga mendukung fitur bypass charging, yang menyalurkan daya langsung ke sistem tanpa melewati baterai.
Audio tablet ini ditunjang speaker stereo 1227 dengan teknologi N’Bass untuk menghasilkan suara bass yang lebih bertenaga.Red Magic Astra 2 menjalankan antarmuka Red Magic OS 11.5 yang dibekali MORA AI Agent 2.0.
Fitur AI tersebut dapat digunakan untuk mengoptimalkan performa game, membantu produktivitas, mengedit video, merekam permainan, membuat cuplikan (replay), hingga menyediakan mode membaca bergaya e-ink untuk mengurangi kelelahan mata.
Fitur lainnya meliputi sensor sidik jari di sisi bodi, pemindai wajah, port USB 3.2 Gen 2, sinkronisasi panggilan dan pesan lintas perangkat, serta output layar eksternal hingga resolusi 4K dengan refresh rate 144 Hz.
Harga tablet gaming Red Magic Astra 2
Red Magic Gaming Tablet 5 Pro dirilis di pasar global dalam dua opsi warna, yaitu Eclipse Black dan Starfrost Silver. Smartphone ini sudah bisa dipesan dan baru dijual pada akhir Agustus 2026.
– Red Magic Astra 2 – 12/256 GB – 749 dollar AS (sekitar Rp 13,4 juta)
– Red Magic Astra 2 – 16/512 GB – 849 dollar AS (sekitar Rp 15,2 juta)

















Discussion about this post