
Pamekasan – SuaraNusantara
Aksi mesum sepasang sejoli di ruang tunggu Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur mendapat reaksi keras dari Bupati Pamekasan, Achmad Syafii.
Dalam waktu dekat bakal digelar rapat bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan pimpinan organisasi Islam yang ada di kabupaten berjuluk Kota Gerbang Salam itu.
“Kita akan sikapi dan Insya Allah satu-dua hari kita akan bertemu bersama dengan Forpimda, MUI, dan para pimpinan lembaga keislaman di sini,” kata Achmad Syafii, beberapa waktu lalu.
Syafii mengaku aksi mesum di ruang tunggu kantor Pemkab Pamekasan itu merupakan sebuah pelecehan yang mencoreng nama baik Pemkab maupun Kabupaten Pamekasan secara umum.
“Saya kira ini sudah melampaui batas. Dan hal-hal seperti itu, ditambahkan di depan umum, apalagi di depan Pemda,” katanya.
Pelaku aksi mesum bakal diproses dengan mendasarkan bukti pada rekaman CCTV yang ada di lokasi. Ia juga akan berkoordinasi dengan Polres setempat untuk menindaklanjuti laporan masyarakat yang keberatan dengan adegan mesum di ruang tunggu Pemkab itu.
Beberapa waktu lalu, beredar video mesum yang diperankan oleh perempuan bersama pria di ruang tunggu Kantor Pemkab Pamekasan. Video tersebut lalu menyebar cepat melalui berbagai grup WhatsApp. Warga yang resah akhirnya melapor ke kepolisian.
Saat kejadian, Bupati Achmad Syafii sedang berada di Jakarta. Dirinya baru tahu setelah dikirimi video mesum tersebut.
Penulis: Hasbullah

















