Suaranusantara.com – Politisi muda PDI Perjuangan Rahajeng Widyaswari atau yang akrab disapa Ajeng, menilai bahwa untuk menyongsong Indonesia Emas tahun 2045 nanti, maka generasi muda Indonesia harus siap dengan membekali diri mereka dengan berbagai kemampuan.
Kata Rahajeng Widyaswari termasuk teknologi informasi dan komunikasi, namun tidak lupa juga bahwa Pancasila sebagai ideologi berbangsa dan bernegara harus tetap digandrungi dan diperkuat serta nilai dari kelima sila nya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya optimistis Indonesia pada tahun 2045 nanti menjadi negara maju dan sudah sejajar dengan negara adidaya, asalkan generasi muda harus unggul disegala bidang,” kata Ajeng beberapa waktu yang lalu.
Ajeng kemudian mencontohkan sebuah kisah nyata tentang seorang pelajar SMK Negeri 8 Semarang, bernama Abdullah Mudzakir yang mampu memenangkan sayembara dengan cara menemukan bug dalam sistem keamanan Google, Hal tersebut membuat Abdullah Mudzakir memenangkan sayembara dari Google tersebut.
Ajeng menyebut bahwa atas keberhasilan Mudzakir menemukan kegagalan dalam sistem atau kesalahan dalam produk dan layanan Google, maka Mudzakir mendapatkan penghargaan sebesar 5.000 dolar Amerika Serikat (setara Rp76 juta-red) dari perusahaan raksasa teknologi dunia itu.
“Ya, jika dibandingkan dengan pendapatan dari konten yang viral-viral lain, mungkin tidak seberapa. Namun, kejeniusan tidak bisa diukur dan dibeli dengan uang,” ujar Ajeng setelah berkunjung kerumah Mudzakir, Desa Lerep, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (10/3/2023).
Dikesempatan yang sama, Dzakir, panggilan akrab Mudzakir bercerita pengalamannya sebelum memutuskan untuk menjadi peretas. Saat dibangku sekolah menengah pertama (SMP), dirinya sempat belajar pemprograman (programming),kemudian ke (ilmu-red) jaringan, lantas masuk ke (dunia-red) cyber security (keamanan siber), dan bergabung dengan komunitas siber di Kota Salatiga, Jawa Tengah.
“Di komunitas itu, saya sering belajar bersama membahas tentang kerentanan keamanan jaringan,” ungkap Dzakir.
Rasa penasaran yang tinggi membuat Dzakir mencoba untuk masuk kedalam sistem keamanan Google, meski tidak langsung diterima. Bahkan, pada tahun 2020 silam, Dzakir berulang kali mengajukan ke Google, namun perusahaan ini menolaknya. Akhirnya, pada tahun 2021 diterima.
Menurut Putri dari Almarhum Tjahjo Kumolo-eks Mendagri RI ini berharap Dzakir mendapatkan perhatian khusus melalui pendidikan formal. Sesuai dengan keinginannya untuk melanjutkan kuliah di Universitas Diponegoro (Undip) Jurusan Teknik Informatika.
“Saya berharap di Indonesia akan banyak pemuda dan pemudi jenius dan cerdas seperti Dzakir,” kata Ajeng.(ADT)

















Discussion about this post