Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Uncategorized

Nata’alui Duha, Sang Penjaga Budaya

Suara Nusantara by Suara Nusantara
12 February 2017
in Uncategorized
Reading Time: 3 mins read
A A
Nata'alui Duha | Foto: Wilson Loi

Nata'alui Duha | Foto: Wilson Loi

6
SHARES
48
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Nata’alui Duha | Foto: Wilson Loi

Bila anda berkunjung ke Pulau Nias namun tidak punya cukup waktu atau dana untuk berkeliling ke seantero Nias, maka anda bisa datang ke Museum Pusaka Nias di Jl. Yos Sudarso No. 134 A, Gunungsitoli.

Di sini anda akan melihat miniatur Nias berupa ribuan artefak dari zaman megalithikum, raja-raja, hingga zaman kolonial Belanda. Tak ketinggalan rumah adat Nias yang mencerminkan kehidupan di masa lalu, serta fosil ikan hiu berumur jutaan tahun. Bahkan koleksi hewan langka dan tumbuhan khas Nias pun ada. Di sini disimpan pula bola nafo ukuran raksasa, 3 meter x 3 meter yang tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai tepak sirih terbesar di Indonesia.

Salah satu keunikan Museum Pusaka Nias adalah museum ini terintegrasi dengan obyek wisata tepi pantai. Bila bosan dengan suasana dalam museum, anda dapat bersantai dan berenang di pantai yang terletak di belakang museum.

BACAJUGA

Teddy Minahasa Sang Jenderal dengan Harta yang Melimpah

Foto Lawas Ferdy Sambo Beredar, Pantas Putri Kepincut

Saat  ini, Direktur Museum Pusaka Nias dijabat oleh Nata’alui Duha, pria sederhana kelahiran Desa Hilimondregeraya, Kecamatan Onolalu, 11 Maret 1972. Untuk mengenal lebih dekat sosok ayah tiga anak ini, beberapa waktu lalu, Pesona Nias datang berkunjung ke museum tersebut. Suami dari Oisanora Laia ini pun kemudian menuturkan sekelumit kisah perjalanan hidupnya.

“Ibu meninggal ketika saya berumur 2 tahun. Kemudian saya tinggal di asrama orang miskin di Desa Hilimondregeraya, Telukdalam, Nias Selatan,” tutur Nata’alui Duha, saat memulai percakapan.

Periode SD dan SMP dilaluinya di Kota Telukdalam. Sementara masa SMEA dihabiskannya di Kota Gunungsitoli. Pada masa ini, prestasi Nata’alui Duha terbilang bagus. “Saya tidak terlalu pintar, namun masuk rangking atau juara kelas,” katanya.

Ketika tamat SMP di tahun 1988, Nata’alui sempat diminta oleh seorang pastor untuk menjadi biarawan, namun dia menolak karena ingin menjadi guru fisika. Sayangnya dia terlambat mendaftar masuk SPG (Sekolah Pendidikan Guru). Akhirnya dipilihlah SMEA  Gunungsitoli sebagai tempatnya menuntut ilmu.

Masa awal sekolah di SMEA di Gunungsitoli dilalui dengan perjuangan. Sambil sekolah, Nata’alui bekerja pada seorang Tionghoa di Kota Gunungsitoli. Tapi baru 2 minggu bekerja, dia sudah tidak betah, dan ingin kembali ke desa.

“Setelah saya berhenti kerja, saya ingin pulang ke Telukdalam. Namun dua hari berikutnya saya ketemu Pastor Yohanes yang meminta saya kembali sekolah dan bekerja di Museum Pusaka Nias,” katanya.

Pastor Yohanes yang dimaksudnya adalah Pastor Johannes M. Hammerle, OFM Cap, biarawan Ordo Kapusin yang selama 40 tahun menghabiskan waktu mengumpulkan artefak-artefak budaya Nias. Pastor Yohanes inilah yang mendirikan Museum Pusaka Nias dan menjadi direktur museum pertama di sana.

Usai tamat dari bangku SMEA pada tahun 1991, Nata’alui melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Gunungsitoli. Dia kuliah bukan di jurusan Fisika seperti cita-cita masa remajanya, melainkan mengambil jurusan Bahasa Inggris.

“Jurusan Bahasa Inggris itu merupakan pendidikan bebas, dalam artian bisa bekerja di mana saja. Kebetulan sejak duduk di bangku SMP, nilai saya untuk mata pelajaran Bahasa Inggris paling menonjol,” kenangnya.

Selama duduk di bangku SMEA dan IKIP Gunungsitoli, Nata’alui Duha bekerja di Museum Pusaka Nias. Tugasnya mengurus bangunan dan kebun. Selain itu, dia mendata artefak, serta mengetik naskah budaya dari catatan tangan dan rekaman Pastor Yohanes.

Setelah bertahun-tahun bekerja membantu Pastor Yohanes, akhirnya pada tahun 1996. Nata’alui secara resmi diangkat sebagai karyawan Museum Pusaka Nias di bidang pameran dan pendidikan budaya dan pengunjung.

Sejak 2003-2013, Nata’auli dipercaya mendampingi Pastor Yohanes sebagai Wakil Direktur Museum Pusaka Nias. Dari 2013 sampai sekarang, dia menjadi Direktur Museum yang dikelola oleh Yayasan Pusaka Nias itu.

Bagi Nata’alui, Museum Pusaka Nias telah menjadi kampus kedua dalam hidupnya. Karena di tempat ini banyak pengalaman dan pengetahuan dia dapatkan. Selain itu, dia berkesempatan bertemu banyak orang, dan hal itu menjadi pengalaman paling berkesan baginya.

Meski latar belakang pendidikan formalnya tidak spesifik di bidang permuseuman, tetapi berbekal pengalaman selama bekerja, Nata’alui menjadi pemerhati sosial dan budaya Nias yang aktif mempromosikan keunikan budaya Nias. Karena itu ia beberapa kali diundang sebagai pembicara dalam berbagai forum, di antaranya Konferensi Internasional bertema The Culture is a Basic Need yang diselenggarakan oleh The Prince Claus Fund di Belanda pada 2006, dan Tsunami Sosial Pasca Bencana Alam dalam Masyarakat Nias dan Mitaka-Jepang” pada 2008 silam.

Dia juga mengikuti pelatihan dan studi banding ke berbagai museum di dalam maupun luar negeri, di antaranya Amerika, Belanda, Denmark, Jerman, Jepang, Thailand, dan Kamboja. Selain itu dia mendapat beasiswa dari The Ford Foundation dan Asian Cultural Council untuk ikut pelatihan pada Pusat Studi Permuseuman Internasional pada bidang Antropologi Universitas Denver, Colorado, Amerika Serikat di tahun 2004.

Lalu pada penghujung akhir tahun 2010, ia meraih beasiswa dari Pusat Antropologi Ratu  Maha Chakri Sirindhorn (SAC) di Bangkok untuk mengikuti Intangible Cultural Heritage and Museums Field School yang diselenggarakan UNESCO-ICCROM dan Asian Academy for Heritage Management (AAHM) di Thailand.

Pada tahun 2014, kembali dia diberi kesempatan mengikuti kursus konservasi di Phnom Penh dan Siem Reap-Kamboja atas dukungan German-Cambodian Conservation School, Ministry of Culture and Fine Art of Cambodia, Embassy of the Federal Republic of Germany in Phnom Penh, Memot Center For Archaeology and German Apsara Conservation Project.

“Pengalaman studi tersebut lalu kita bagikan kepada 14 karyawan di sini sesuai bidangnya masing-masing,” jelasnya.

Kerja keras yang sudah dirintis oleh pendiri museum dan diteruskan oleh Nata’alui bersama karyawan lainnya ternyata membuahkan hasil. Tahun 2014, Museum Pusaka Nias mendapat predikat ‘terbaik’. “Dua tahun lalu, museum ini mendapat predikat terbaik di Indonesia. Tentunya itu turut mengharumkan nama Nias,” tuturnya.

Kebersihan museum menjadi salah satu kunci keberhasilan Nata’alui dan kawan-kawan dalam menjaga koleksi artefak. Karena kondisi museum bersih, ditambah staf museum yang ramah, menjadikan pengunjung betah berlama-lama, bahkan banyak pengunjung bermalam di museum ini.

Ya, selain  menjadi tempat menyimpan benda-benda budaya, pengunjung, baik sendiri maupun berkelompok, diperbolehkan menginap di rumah adat yang ada di museum ini, tentunya dengan tarif per malam yang sudah ditentukan.

Nata’alui menjelaskan, memfungsikan rumah adat sebagai tempat penginapan, selain memberi kesempatan kepada pengunjung untuk merasakan suasana rumah adat, juga merupakan upaya mencari dana demi menjaga kelangsungan museum.

“Karena ini kan (museum) swasta, tentu dananya dari mana? Salah satunya dari situ (rumah adat),”  jelasnya.

Di akhir perbincangan, Nata’alui berharap generasi muda  Nias mau lebih berperan sebagai generasi penerus kebudayaan. “Sebab kebudayaan itu tidak hanya fisik, tetapi karakter dan mental,” katanya.

Selain itu, dia berharap peran pemerintah pusat dan daerah yang sangat diperlukan dalam mengembangkan dan memelihara peninggalan yang ada di Museum Pusaka Nias, termasuk mengembalikan benda-benda budaya Nias ada ada di luar negeri.

“Misalnya patung yang dulu disembah oleh masyarakat Nias. Setelah masyarakat Nias memeluk agama Kristen atau Islam, patung-patung itu kehilangan fungsi, tidak terpakai dan akhirnya terjual ke luar negeri,” tandasnya. (Wilson Loi)

 

Biodata

Nama lengkap                      :           NATA’ALUI DUHA

Tempat Lahir                       :           Hilimondregeraya

Tanggal Lahir                      :           11 Maret 1972

Jenis kelamin                       :           Laki-laki

Agama                                    :           Katolik

Alamat Surat                                    :           Jl. Yos Sudarso  No. 134-A, Kotak Pos 16, Gunungsitoli 22812, Nias-Indonesia

 

Pendidikan Formal

Tahun 1985               :           Tamat Sekolah Dasar Inpres No. 075068 Hilimondregeraya-Telukdalam.

Tahun 1988              :           Tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Bintang Laut Telukdalam.

Tahun 1991               :           Tamat dari Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) Swasta Gunungsitoli.

Tahun 1995               :           Menyelesaikan Program Diploma III di IKIP Gunungsitoli

Tahun 2002              :           Menyelesaikan Program Studi Strata-1 (S-1) di IKIP Gunungsitoli

 

 

Tags: direktur museum pusaka niasNata'alui DuhaSosok
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Lestari Moerdijat di acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di depan Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia
Uncategorized

Lestari Moerdijat: Benahi Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru untuk Dorong Kualitas Pengajaran di Tanah Air

by Drt
9 June 2026

Suaranusantara.com- Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan pembenahan...

Hari Kartini, PLN Edukasi PKK dan Kenalkan PLN Mobile. (Dok: Mayzka)
Uncategorized

Hari Kartini, PLN Edukasi PKK dan Kenalkan PLN Mobile

by SNC 7
27 April 2026

Suaranusantara.com - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID)...

BRIN Kembangkan Teknologi Makanan Siap Saji untuk Dukung Layanan Haji 2026

BRIN Kembangkan Teknologi Makanan Siap Saji untuk Dukung Layanan Haji 2026

22 April 2026
Konferensi press Belajaraya Jakarta 2026 yang akan digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 2 Mei 2026 (Suaranusantara.com)

Belajaraya Jakarta 2026 Siap Digelar, Dorong Kolaborasi dan Jawab Tantangan Pendidikan di Indonesia

22 April 2026
Kandidat Ketua DPC PKB se-Banten mengikuti UKK.(ist)

41 Kandidat Ketua DPC PKB di Banten Bersaing, Jalani Uji Kelayakan dan Kepatutan

22 April 2026
Infinix GT 50 Pro

Infinix GT 50 Pro Siap Menggebrak: Hadir dengan Teknologi Pendingin Baru!

3 April 2026

POPULER MINGGU INI

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

3 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

3 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

3 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

3 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

3 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Cody Gakpo
Olahraga

Cody Gakpo Buka Peluang Angkat Kaki dari Anfield

by snc 14
13 June 2026

Suaranusantara.com - Setelah kehilangan sejumlah pilar penting, raksasa Merseyside, Liverpool, kini terancam kehilangan penyerang internasional asal Belanda,...

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat: Situs Batujaya Bukti Peradaban Luhur Bangsa Indonesia

13 June 2026
Marinus Gea

Pengawasan WNA Belum Optimal, Marinus Gea Dorong Digitalisasi Data Keimigrasian Terintegrasi

13 June 2026
LCC Empat Pilar MPR RI Kian Strategis sebagai Wadah Pendidikan Karakter dan Penguatan Nasionalisme Generasi Muda

LCC Empat Pilar MPR RI Kian Strategis sebagai Wadah Pendidikan Karakter dan Penguatan Nasionalisme Generasi Muda

13 June 2026
Pertamina bicara soal isu kenaikan harga BBM nonsubsidi (Instagram @folk_makassar)

DPR Desak Pemerintah Transparan soal Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

13 June 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com