Suaranusantara.com – Salju adalah elemen penting bagi resor ski di dunia, yang menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan yang ingin menikmati olahraga dan pemandangan musim dingin.
Namun, perubahan iklim telah membuat salju menjadi semakin langka dan tidak konsisten, sehingga mengancam kelangsungan hidup resor ski di berbagai negara.
Salah satu contoh resor ski yang mengalami nasib tragis adalah Chacaltaya, yang berlokasi di Pegunungan Andes, Bolivia, dengan ketinggian 5.300 meter di atas permukaan laut.
Resor ski ini pernah menjadi yang tertinggi di dunia, namun kini sudah tidak ada lagi salju di sana. Resor ski ini terpaksa tutup permanen pada tahun 2009, setelah salju yang menutupi gunungnya mencair lebih cepat dari perkiraan.
Resor ski lain yang menghadapi krisis serupa adalah La Sambuy, yang terletak di dekat Mont Blanc, Pegunungan Alpen, Prancis.
Resor ski keluarga ini juga memutuskan untuk membongkar lift ski dan menutup operasinya pada September 2023, karena tidak ada cukup salju untuk melanjutkan kegiatan ski meski musim dingin segera datang.
Bahkan resor ski yang terkenal di dunia, seperti di Swiss dan Finlandia, juga merasakan dampak dari perubahan iklim. Di Swiss, resor ski Davos mengalami penurunan jumlah salju sebesar 40% dalam 40 tahun terakhir.
Sementara di Finlandia, resor ski Levi harus menimbun salju dari akhir satu musim untuk digunakan pada musim berikutnya, agar dapat membuka resornya lebih awal dan menjamin perlombaan ski Piala Dunia.
Menurut laporan dari World Meteorological Organization (WMO), suhu global rata-rata pada tahun 2023 adalah 1,2 derajat Celsius lebih tinggi dari periode pra-industri.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa tahun 2023 adalah tahun terpanas ketiga sejak catatan dimulai pada tahun 1850.
Kenaikan suhu ini berdampak pada mencairnya es dan salju di kutub dan pegunungan, serta meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana alam seperti kebakaran hutan, banjir, dan kekeringan.
Perubahan iklim adalah ancaman nyata bagi resor ski di dunia, yang tidak hanya berpengaruh pada industri pariwisata, tetapi juga pada kehidupan dan mata pencaharian masyarakat lokal yang bergantung pada salju.
Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan beradaptasi dengan kondisi iklim yang berubah.


















Discussion about this post