Data Penerima Bantuan Huntap Diduga Dimanipulasi

Rumah Kades Sukarame, Jaenal. Tak ada kerusakan berat akibat tsunami, namun Jaenal masuk dalam daftar penerima Huntap.(aep)

Kabupaten Pandeglang – Beberapa nama penerima bantuan bencana tsunami berupa hunian tetap (Huntap) di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, justru dianggap tak layak mendapat bantuan.

Dari 32 nama penerima Huntap, salah satu nama penerima adalah Jaenal, Kepala Desa (Kades) Sukarame.

Padahal, terjangan tsunami akhir Desember 2018 lalu tidak sampai menghancurkan rumahnya. Tak hanya mendapat Huntap, Jaenal juga mendapat bantuan hunian sementara (Huntara).

Baca Juga: DPRD Pandeglang Minta Data Ulang Korban Tsunami Penerima Huntap

Warga pun menduga, data penerima bantuan untuk masyarakat yang rumahnya hancur diterjang tsunami telah dimanipulasi.

“Padahal semua orang tahu rumahnya (kades) masih bagus, karena saat terjadi tsunami yang kena hanya warungnya saja. Kalau rumahnya masih berdiri kokoh, kacanya pun tidak ada yang pecah,” tutur salah seorang warga Desa Sukarame, Hasan Basri, Minggu (18/7/2019).

Tak hanya Jaenal, adiknya nuga mendapat bantuan serupa. Meski rumah memang rusak berat, namun rumah tersebut bukan milik pribadi.

“Ada adiknya yang mengalami rusak berat tetapi itu bukan rumahnya, itu numpang tetapi dia tetap dapat Huntap,” ujarnya.

Hasan tidak memahami mekanisme pendataan calon penerima bantuan Huntap yang dilakukan pihak desa. Dia bersama sejumlah warga lainnya sempat menanyakan hal tersebut ke pihak desa. Akan tetapi, jawaban yang diberikan bahwa data itu diperoleh dari kecamatan atau dinas terkait.

“Kami belum tahu beliau mendapat kuota arahnya dari mana. Karena selama ini pihak desa selalu menyatakan bahwa data calon penerima Huntap itu berasal dari atas,” terang Hasan yang diamini warga lainnya.

Namun, dugaan manipulasi data itu dibantah Jaenal. Menurutnya, kelengkapan data sebagai penerima Huntara maupun Huntap diurus oleh menantunya yang tinggal satu rumah.

“Jangankan memikirkan hal itu, bisa selamat aja sudah alhamdulillah. Tapi dulu memang menantu saya pernah minta data-data ke saya, katanya untuk mengurus mendapatkan Huntara dan Huntap. Ya saya kasih,” kata Jaenal saat dikonfirmasi.

Jaenal mengakui, jika rumahnya bukan termasuk yang rusak berat, karena terjangan gelombang tinggi itu hanya menghantam dapur dan warung. Meski begitu, dia berdalih jika penetapan rumahnya mendapat bantuan berasal dari tim verifikasi pemerintah.

“Kalau persoalan siapa yang dapat atau tidak itukan penilaian dari tim Pemkab Pandeglang. Karena kami hanya memberikan data korban dan menunjukkan letak satu per satu rumah yang terdampak tsunami,” kilahnya.(aep/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here