SuaraNusantara.com – Perusahaan multinasional Tupperware terancam bangkrut. Hal ini terjadi karena kondisi keuangan perusahaan yang memburuk.
Hal ini juga tak lepas dari penjualan produk yang menurun. Imbasnya, Tupperware pun berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya.
Selama satu tahun terakhir, saham Tupperware turun hingga angka 90 persen. Saham Tupperware sudah turun 50% pada Senin 10 Maret kemarin. Karena kondisi tersebut, perusahaan yang memasarkan produk plastik untuk keperluan rumah tangga itu perlu dana tambahan agar bisa bertahan.
CEO Tupperware Miguel Fernandez menyampaikan pihaknya tengah mengupayakan segala cara untuk meminimalisasi dampak dari permasalahan tersebut.
“Perusahaan melakukan segala daya untuk mengurangi dampak peristiwa baru-baru ini, dan kami mengambil tindakan segera untuk mencari pembiayaan tambahan dan mengatasi posisi keuangan kami,” ujar Fernandez.
Namun, tidak menutup kemungkinan Tupperware akan mengambil opsi PHK jika tidak mendapatkan cukup uang untuk biaya operasional.
Terlepas dari krisis yang dialami Tupperware internasional, Marketing Director Tupperware Indonesia Frangky Purnomo Angelo menyatakan bisnis Tupperware di Indonesia tetap berjalan sebagaimana biasanya.
Menurutnya, berita yang beredar tentang kebangkrutan Tupperware berasal dari analis, bukan pernyataan resmi dari perusahaan Tupperware.
Hingga saat ini, tidak dijumpai gangguan pada operasional Tupperware Indonesia baik dari segi suplai, inovasi, maupun distribusi barang. ( RIFKY/M-UBL )


















Discussion about this post