Suaranusantara.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, meminta masyarakat untuk mewaspadai bencana kekeringan dampak dari fenomena El Nino.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama menyampaikan, bahwa diprediksi, puncak El Nino akan terjadi pada bulan Agustus-September 2023.
Febby mengatakan, fenomena pemanasan suhu muka laut (SML) di atas kondisi normal tersebut telah disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai bentuk kewaspadaan.
“Walaupun secara umum, El Nino di Indonesia lebih kering dibandingkan sepuluh tahun sebelumnya,” ungkap Febby, Sabtu (29/7/2023).
Dia menyampaikan, dari 28 kecamatan di Kabupaten Lebak, 16 di antaranya memiliki potensi terjadi kekeringan. Ini berdasarkan peta risiko bencana tersebut.
Enam belas kecamatan yang dimaksud adalah Maja, Curugbitung, Kalanganyar, Cipanas, Bayah, dan Kecamatan Cibadak. Selanjutnya Kecamatan Cimarga, Leuwidamar, Cirinten, Banjarsari, Warunggunung, Bojongmanik, Malingping, Wanasalam, Cihara, dan Cilograng.
Namun delapan di antaranya punya potensi kekeringan parah, yakni Cimarga, Warunggunung, Sajira, Maja, Cirinten, Curugbitung, Cirinten, Bojongmanik dan Wanasalam.
“Kami sudah menginformasikan kepada masing-masing camat tersebut supaya melakukan mitigasi sebagai upaya mengurangi risiko,” ujarnya.
“Dan di beberapa kecamatan rupanya sudah ada sejumlah program untuk penanggulangan. Jadi potensinya lebih baik dibanding kecamatan yang belum mendapatkan,” jelas Febby.(Def)


















Discussion about this post