SuaraNusantara.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaparkan bahwa hingga awal November, sebanyak 21 investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, telah atau akan segera memulai proyek pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan total nilai proyek mencapai 2 miliar dolar AS.
Jokowi menjelaskan bahwa investasi di Indonesia merupakan pilihan yang tepat karena dianggap mudah dan aman, serta berpotensi menguntungkan kedua belah pihak, Indonesia dan China.
“Ini adalah peluang investasi yang tidak hanya menguntungkan Indonesia tetapi juga Cina, karena bagi Indonesia kerja sama itu harus saling menguntungkan, harus sama-sama cuan,” kata Jokowi dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden pada Selasa 17 Oktober 2023.
Baca Juga: Staf Kemenkeu Bantah Pemerintah Gadai APBN ke Tiongkok untuk KCJB
Saat menghadiri Forum Bisnis Indonesia-China di China World Hotel, Beijing, Jokowi menegaskan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mengusung konsep kota hijau dalam rimba, dengan 60% area berupa hutan.
IKN diharapkan menjadi kota netral karbon pertama di Indonesia, dan pembangunan infrastruktur dasar serta pusat pemerintahan diperkirakan akan selesai pada tahun depan.
Presiden mengundang para investor untuk berinvestasi di Indonesia karena berbagai indikator ekonomi menunjukkan capaian positif, seperti pertumbuhan ekonomi yang konsisten di atas 5%, neraca perdagangan surplus selama 41 bulan berturut-turut, PMI yang berada pada level ekspansi selama 25 bulan berturut-turut, dan potensi bonus demografi. Selain itu, pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif dan menjaga stabilitas sosial politik.
Baca Juga: Jokowi Tinjau Kantor Presiden di IKN, Pasang Bilah Pertama Garuda
Jokowi juga menyebut fokus Indonesia pada hilirisasi industri berbagai komoditas dan pembangunan ekosistem kendaraan listrik terintegrasi. Potensi energi baru terbarukan di Indonesia diperkirakan sangat besar, mencapai 3.600 gigawatt, termasuk tenaga surya dan energi hidro.
“Jadi juga jangan sampai ada yang khawatir mengenai pemilu 2024 yang akan datang karena Indonesia juga sudah berpengalaman melakukan pemilihan umum secara langsung selama lima kali. So, you don’t need to worry, you just need to hurry,” kata Jokowi.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh sejumlah Menteri, seperti Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, serta Menteri BUMN dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Erick Thohir, bersama dengan Menteri-Menteri lainnya serta Duta Besar RI untuk Cina Djauhari Oratmangun.


















Discussion about this post