
Jakarta-SuaraNusantara
Pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab kemungkinan belum akan kembali ke Indonesia. Rizieq memilih untuk tinggal sementara waktu di Mekah, Arab Saudi. Rencananya, pekan depan dia akan memanggil anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk datang ke Arab Saudi.
“Wawancara untuk penyelidikan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh rezim penguasa. Akan diwawancarai sebagai korban teror dan kriminalisasi,” kata Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri ID Sambo alias Ustadz Sambo, Rabu (10/5/2017), dikutip dari CNNIndonesia.
Kata Sambo, Rizieq kemungkinan masih lama berada di Mekah. “Beliau rencananya akan lama di Mekkah, Insya Allah,” kata Sambo.
Kasus dugaan kriminalisasi yang diadukan di antaranya kasus yang menyeret Rizieq dalam dugaan penghinaan simbol negara dan kasus dugaan pornografi.
Rizieq mangkir dari pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada 25 April lalu. Saat itu polisi hendak memeriksanya terkait kasus dugaan pornografi dalam percakapan diduga dengan Firza Husein yang viral di media sosial.
Awalnya, Rizieq beralasan mangkir dari pemeriksaan karena saat itu sedang melaksanakan umrah bersama keluarga. Ada sekitar 18 orang yang ikut dalam rombongan umrah Rizieq. Namun kini, ancaman teror dan kriminalisasi menjadi alasannya.
Berdasarkan orasi-orasi yang diteriakkan dalam aksi pro Ahok kemarin, terlontar banyak ucapan yang meminta agar Rizieq lekas ditangkap. Massa menganggap belum ada keadilan ketika Ahok divonis dua tahun penjara, tetapi Rizieq tidak kunjung ditangkap.
“Rizieq sudah jelas melakukan penodaan Pancasila. Rizieq juga melakukan chat mesum dengan Firza Husein. Mengapa dia belum ditangkap?” teriak orator.
Penulis: Yono

















