Suaranusantara.com- Diketahui saat ini kursi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan tengah kosong. Sebab, seperti diketahui Hasto Kristiyanto tengaj terjerat kasus hukum atas perkara mantan kader PDIP Harun Masiku.
Hasto Kristiyanto diketahui didakwa terlibat suap dan perintangan penyidikan terkait Harun Masiku. Kini Hasto pun tengah menjalani penahan di rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 20 Februari 2025 lalu.
Posisi Sekjen PDI Perjuangan yang kosong, Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Utut Adianto, menyatakan bahwa keputusan mengenai siapa yang akan menjadi Sekjen baru sepenuhnya berada di tangan Megawati Soekarnoputri.
“Kalau di PDI itu nggak ada pemilihan (Sekjen). Misalnya Ibu (Megawati) aklamasi sebagai ketua umum, nanti Ibu yang menyusun kabinetnya. Ibu adalah formatur tunggal,” ujar Utut di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip pada Jumat 16 Mei 2025.
Terkait siapa sosok pengganti, Utut mengaku tidak mengetahui dan menegaskan bahwa keputusan ada sepenuhnya di tangan Megawati.
“Itu pertanyaan kamu, saya mana tahu. Kalau ketua umum berkenan kamu yang jadi sekjen, ya kamu,” ucapnya dengan nada bercanda.
Utut juga meyakini bahwa Kongres VI nanti akan kembali menetapkan Megawati sebagai ketua umum.
Keyakinan itu didasarkan pada aspirasi kuat dari kader partai di berbagai tingkatan, mulai dari ranting, DPC, hingga DPP.
Meski demikian, Utut memperkirakan bahwa kongres tersebut tidak akan dilaksanakan pada bulan Juni, yang bertepatan dengan Bulan Bung Karno. Ia tidak membeberkan alasan secara rinci, hanya menyebut bahwa secara perhitungan, kongres PDIP belum waktunya digelar dalam waktu dekat.


















Discussion about this post