Suaranusantara.com – Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Elva Farhi Qolbina, mengatakan terdapat beberapa proyek sekolah negeri di Jakarta bermasalah.
Hal itu disampaikan Elva usai bersama Komisi E DPRD DKI Jakarta meninjau proyek di beberapa Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), yaitu SDN 05 di Grogol Petamburan, SDN 04 dan SMPN 291 di Kembangan, SDN Duri Pulo, dan SDN Cikini, Rabu (28/5/2025).
“Kami menilai ada beberapa proyek sekolah negeri yang bermasalah. Pengerjaannya tidak dilakukan dengan baik, sehingga mengakibatkan kerusakan yang terjadi di mana-mana terhadap struktur bangunannya,” kata Elva dalam keterangannya, Sabtu (31/5/2025).
Dia menuturkan, di antara proyek-proyek sekolah yang dikunjungi pihaknya, SDN 05 di Grogol Petamburan serta SDN 04 dan SMPN 291 di Kembangan memiliki kerusakan paling parah.
“Kondisinya sangat parah di SDN 05, SDN 04, dan SMPN 291. Kami menemukan banyak jenis kerusakan di mana-mana. Mulai dari plafon bocor karena pengerjaan atap yang kurang baik, sampai dengan rembesan air yang muncul di sekitar terminal listrik,” ujarnya.
Elva menilai, kerusakan-kerusakan itu harus segara diperbaiki, jika tidak maka akan membahayakan para siswa dan tenaga pendidik.
“Apabila tidak diperbaiki, kerusakan-kerusakan seperti itu bisa membahayakan keselamatan para siswa dan tenaga-tenaga pendidik nantinya. Sebagai contoh, rembesan air yang ditemukan di sekitar terminal listrik bisa mengakibatkan korsleting dan kebakaran kalau tidak segera diperbaiki,” tuturnya.
Sementara itu, Elva menemukan bahwa pembangunan gedung sekolah di SDN Duri Pulo, dan SDN Cikini belum rampung. Ia meminta pengerjaannya dipercepat agar bisa menerima siswa sebelum tahun ajaran baru berikutnya dimulai.
“Kami juga menemukan bahwa pembangunan di SDN Duri Pulo dan SDN Cikini belum selesai. Ini harus dikejar supaya bisa digunakan sebelum tahun ajaran berikutnya dimulai. Akan tetapi, pengerjaannya juga harus dilakukan secara teliti supaya kerusakan yang terjadi di tempat-tempat lainnya itu tidak terulang kembali,” katanya.


















Discussion about this post