Suaranusantara.com- Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon pada kemarin Rabu 2 Juli 2024 tengah menggelar rapat kerja (raker) bersama Komisi X DPR RI.
Di tengah rapat, saat Fadli Zon tengah menjawab pertanyaan dari para Anggota DPR RI. Tiba-tiba terdengar suasana riuh.
Suasana riuh datang dari arah balkon ruang rapat, terlihat sejumlah aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil menggeruduk dan mengunterupsi rapat sembari membentangkan spanduk bertuliskan hentikan proyek penulisan ulang sejarah.
“Hentikan pemutihan sejarah. Dengarkan suara korban,” teriak para aktivis itu dilihat pada Rabu 2 Juli 2025.
Selain itu, para aktivia juga membawa tulisan di mana mereka menolak gelar pahlawan untuk Soeharto.
“Tolak gelar pahlawan Soeharto. Tuntaskan Pelanggaran Berat HAM,” teriak aktivis yang lain.
Teriakan aktivis membuat rapat sempat terhenti beberapa saat. Fadli hanya terdiam sembari melihat spanduk yang berada di atas ruang rapat.
Usai meneriakan tuntutan, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian meminta para aktivis untuk berhenti.
“Saya rasa cukup ya, cukup. Tolong kembali ke tempat masing-masing. Ya silakan kembali ke tempat masing-masing. Pamdal tolong diamankan,” kata Lalu.
Usai rapat, Fadli Zon mengaku biasa saja menyikapi protes tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Koalisi Masyarakat tersebut merupakan bagian dari aspirasi.
“Ya biasa lah, saya juga dulu pernah begitu. Menurut saya aspirasi,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 2 Juli 2025.
Menurut dia, banyak isu yang disuarakan oleh koalisi. Tidak hanya soal pemutihan sejarah, tapi juga soal gelar pahlawan untuk Presiden kedua RI Soeharto.
“Kan tadi isunya bukan itu. Tentang Pak Harto apalah. Biasa ajalah, aspirasi ya,” ujarnya.


















Discussion about this post