SuaraNusantara.com – Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa menyoroti rendahnya rata-rata lama sekolah (RLS) di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, yang masih berada di antara kelas VII atau VIII. Padahal, pemerintah menetapkan wajib belajar 13 tahun.
Adde Rossi menyebut, faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab mengapa masih rendahnya RLS di Lebak.
“Banyak orang tua yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak, seperti sepatu, tas, dan perlengkapan sekolah,” kata Adde usai meresmikan sekolah program revitalisasi pendidikan, di Sajira, Lebak, Selasa (3/3/2026).
Untuk itu, Adde mendorong optimalisasi Program Indonesia Pintar (PIP) supaya bisa membantu siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu.
“Program Indonesia Pintar kita optimalkan, kita prioritaskan untuk keluarga yang masuk dalam kategori desil lima ke bawah,” ucapnya.
Selain itu, Adde Rossi menyinggung masih ada guru honorer yang menerima honor di bawah Rp500 ribu per bulan.
“Ini harus jadi perhatian bersama semua pihak agar terus kita mendorong peningkatan kesejahteraan dan perlindungan guru,” ujarnya
Lebih lanjut, Adde Rossi menyebut masih banyak sekolah di Lebak maupun Pandeglang yang kondisinya rusak. Dari kuota yang ada, hanya 16 sekolah yang bisa direvitalisasi dan itu pun harus berbagi dengan Kabupaten Pandeglang.
“Ada dua SD dan satu SMP yang diresmikan. Kondisi sebelumnya sangat rusak dan menuju rusak parah. Alhamdulillah sudah saya lihat, saya kawal dan saya awasi langsung. Program ini terlaksana dengan baik, 100 persen sudah bisa digunakan oleh siswa-siswi,” tuturnya.
Sementara, Anggota Komisi IV DPRD Lebak, Muammar Adi Prasetya, mengapresiasi Pemerintah Pusat ikut melakukan intervensi pembangunan dan revitalisasi sekolah di daerah.
Dukungan tersebut sangat membantu pemerintah daerah yang memiliki keterbatasan fiskal, terutama dalam menangani banyaknya sekolah rusak di Lebak.
“Dengan kondisi fiskal daerah yang terbatas, intervensi seperti ini sangat membantu percepatan perbaikan sarana pendidikan,” kata Muammar.
“Sinergi antara pusat dan daerah penting agar perbaikan infrastruktur pendidikan bisa lebih merata dan berkelanjutan,” tambahnya.(Def)


















Discussion about this post