Suaranusantara.com – Anggota Komisi X DPR RI, Eva Stevany Rataba, mendesak pemerintah untuk lebih transparan dalam sistem Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2026.
Desakan ini muncul setelah banyak keluhan masyarakat terkait proses seleksi yang dianggap tidak adil.
Eva menyampaikan bahwa dirinya menerima banyak curhatan dari calon mahasiswa. Mereka berharap seleksi bisa berjalan dengan lebih jujur, terbuka, dan berintegritas agar tidak menimbulkan kekecewaan di kalangan peserta.
“Banyak curhatan dari anak-anak. Mereka berharap seleksi ini bisa lebih adil, transparan, dan berintegritas,” ujar Eva dalam keterangannya.
Ia menambahkan, sejumlah calon mahasiswa merasa nilai rapor yang menjadi salah satu syarat seleksi tidak digunakan secara konsisten. Ada dugaan nilai tersebut dipermainkan sehingga menimbulkan rasa kecewa.
“Ada yang merasa nilai rapornya dipermainkan. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Selain menyoroti aspek akademik, Eva menekankan pentingnya mempertimbangkan karakter dan potensi calon mahasiswa. Menurutnya, seleksi tidak seharusnya hanya bertumpu pada angka semata.
Tak hanya soal seleksi, legislator Fraksi NasDem itu juga menyoroti standar biaya pendidikan tinggi. Ia menilai penyusunan biaya harus lebih berpihak pada kondisi ekonomi masyarakat, terutama di daerah 3T, agar tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk mengenyam pendidikan.
“Jangan sampai biaya menjadi tembok penghalang. Harus jadi jembatan bagi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.


















Discussion about this post