Suaranusantara.com – Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung pengumuman sejumlah kerja sama strategis antara pelaku usaha Indonesia dan Jepang dalam Forum Bisnis Indonesia–Jepang. Total nilai investasi yang tercatat mencapai 22,6 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp384,2 triliun.
Pengumuman tersebut dilakukan di hadapan Prabowo oleh perwakilan perusahaan dari kedua negara. Mereka secara bergantian memaparkan proyek dan kemitraan yang telah disepakati sebagai bagian dari penguatan hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang.
“Momen ini menjadi simbol kuat komitmen dunia usaha Indonesia dan Jepang dalam memperluas kolaborasi konkret sekaligus menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia,” tulis keterangan instagram Sekretariat Kabinet.
Sejumlah proyek yang disepakati mencakup pengembangan industri berbasis energi bersih, eksplorasi minyak dan gas, hingga pembangunan ekosistem teknologi tinggi. Beberapa di antaranya terkait pemanfaatan emisi karbon menjadi produk bernilai ekonomi serta pengembangan energi panas bumi.
Salah satu nota kesepahaman yang diumumkan adalah kerja sama produksi metanol dengan memanfaatkan emisi CO2 dari pabrik PT Pupuk Kalimantan Timur di Bontang, Kalimantan Timur. Kerja sama ini melibatkan PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Kaltim Methanol Industri.
Selain itu, terdapat pula MoU antara Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dengan Japan Chamber of Commerce and Industry terkait penguatan kerja sama perdagangan, niaga, dan investasi antara kedua negara.
Kerja sama strategis juga dilakukan di sektor energi melalui pengembangan Lapangan Gas Abadi di Blok Masela antara PT Pertamina (Persero) dan INPEX. Pertamina Hulu Energi dan INPEX juga menandatangani MoU terkait peluang kemitraan potensial di sektor hulu minyak dan gas di Indonesia serta Asia Tenggara.
Di bidang teknologi, PT Eblo Teknologi Indonesia dan Hayashi Kinzoku Co., Ltd. menyepakati kerja sama pengembangan ekosistem semikonduktor, termasuk desain dan manufaktur chip elektronik serta teknologi kecerdasan buatan. Sementara itu, PT Supreme Energy Rajabasa dan INPEX menandatangani MoU terkait berbagai kajian menuju realisasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Rajabasa.


















Discussion about this post