Suarnusantara.com- Saham sektor perbankan menjadi salah satu penekan utama pasar pada perdagangan Senin (18/5/2026). Empat emiten bank terbesar di Indonesia bergerak melemah sejalan dengan koreksi tajam IHSG.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tercatat turun 2,24 persen. Sementara PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkoreksi 2,46 persen.
Tekanan serupa juga terjadi pada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang turun 2,38 persen dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang melemah 2,33 persen.
Pelemahan saham perbankan berlangsung bersamaan dengan penurunan IHSG yang menyentuh level 6.533 atau turun sekitar 2,8 persen.
Tekanan pasar domestik dipicu kombinasi sentimen global dan pelemahan mata uang rupiah.
Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah pada perdagangan pagi melemah menjadi Rp17.648 per dolar AS atau turun 51 poin dibanding posisi sebelumnya.
Di tengah pelemahan rupiah, pasar global juga dibayangi kenaikan harga minyak dunia dan lonjakan yield obligasi AS.
Menurut analisis Phintraco Sekuritas, koreksi pasar dipengaruhi pelemahan Wall Street akibat aksi profit taking saham teknologi serta naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Pasar juga menaruh perhatian terhadap pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping yang dinilai belum menghasilkan terobosan penting.
Selain itu, konflik geopolitik antara AS dan Iran dinilai masih menjadi faktor yang dapat memengaruhi pergerakan pasar global dalam beberapa waktu ke depan, terutama lewat fluktuasi harga energi.


















Discussion about this post