Lebak – Ratusan massa dari Barisan Muda Cilangkahan (BMC), Ikatan Mahasiswa Lebak (Imala) dan masyarakat berunjuk rasa di kantor Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Rabu (13/3/2019).
Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak membangun ruas jalan kabupaten (Bejod-Katapang) sepanjang 6 kilometer karena kondisinya rusak parah, bahkan sudah seperti kubangan kerbau.
“Tidak ada penanganan yang serius akibatnya jalan kembali mudah rusak. Ini sudah bertahun-tahun,” kata Ketua BMC, Muhamad Fajri Rodayat.
Meski sudah mengusulkan berkali-kali oleh masyarakat melalui Musrenbangdes, namun Pemkab Lebak tidak menganggap ruas jalan tersebut sebagai prioritas yang harus dibangun.
“Padahal di wilayah itu ada sebutan nya segitiga emas karena potensi ekonomi pertaniannya yang sangat luar biasa,” sebut Fajri.
Tak hanya mengganggu sektor ekonomi, kerusakan jalan yang dibiarkan terus-menerus mengganggu pada sektor kesehatan, pendidikan dan pariwisata.
“Enggak cukup hanya dengan menambal lubang, harusnya benar-benar dibangun dengan aspal hotmix atau betonisasi. Itu tuntutan masyarakat,” tegasnya.
Masyarakat juga menuntut kejelasan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya kapan jalan tersebut akan dibangun.
“Harapan kami dianggarkan dalam anggaran perubahan dan bupati memberikan penjelasan kapan jalan itu dibangun. Jika tidak direalisasikan kami akan aksi di kantor bupati,” kata Fajri.
Kabid Jasa Konstruksi Dinas PUPR Lebak, Irvan Suyatupika mengatakan, kerusakan ruas jalan tersebut telah ditangani.
“Sudah ditindaklanjuti, kami sudah kirim material. Sementara penanganan dengan menambal jalan yang berlubang melalui pemeliharaan. Dua tahun lalu juga sudah ditangani sampai perkerasan,” terang Irvan.(and/aul)


















Discussion about this post