Suaranusantara.com – Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda merespon pernyataan Sekretaris Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek, Tjitjik Sri Tjahjani terkait pendidikan tinggi sebagai tertiary education.
Hal ini buntut dari adanya kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Menurut dia, pernyataan tersebut menebalkan persepsi bahwa orang miskin dilarang memiliki pendidikan tinggi.
“Kami prihatin. Bagi kami pernyataan itu kian menebalkan persepsi jika orang miskin dilarang kuliah. Bahwa kampus itu elit dan hanya untuk mereka yang punya duit untuk bayar Uang Kuliah Tunggal,” ujar Syaiful dalam keterangannya.
Terlebih, kata Syaiful pernyataan ini disampaikan oleh pejabat publik yang mengurusi pendidikan tinggi.
Menurut dia, itu adalah hal yang sangat menyedihkan.
“Kalau protes kenaikan UKT direspons begini ya tentu sangat menyedihkan,” tuturnya.
“Padahal di sisi lain pemerintah gembar-gembor ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045. Tapi saat ada keluhan biaya kuliah yang tinggi dari mahasiswa dan masyarakat seolah ingin lepas tangan,” tambahnya.


















Discussion about this post