
Jakarta – SuaraNusantara
Meski belum setahun menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Lakhomizaro Zebua dan Sowa’a Laoly dinilai telah bekerja nyata dalam membenahi Kota Gunungsitoli melalui berbagai program dan kebijakan.
“Saya kaget dengan pencapaian Kota Gunungsitoli. Wali Kota berpikir jauh ke depan, padahal masa jabatan hanya lima tahun. Saya kagum dengan pemikiran wali kota, “ kata Danial Tanjung, tokoh masyarakat, saat acara sambung rasa antara warga Nias Jakarta dengan jajaran pemerintah Kota Gunungsitoli di Jakarta, Minggu (19/3/2017).
Menurut Daniel Tanjung, program dan kebijakan yang digulirkan Pemko Gunungsitoli saat ini bukan hanya untuk kepentingan sesaat, namun, merupakan upaya percepatan pembangunan dalam menyongsong Provinsi Kepulauan Nias.
“Wali Kota sudah memikirkan persiapan Gunungsitoli sebagai Ibukota Provinsi,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Immanuel Zebua, dia mengapresiasikan program-program Pemko Gunungsitoli yang telah digulirkan. Namun dia mewanti-wanti supaya pemerintah daerah tetap berpijak pada aturan, dan setiap kebijakan dan program yang digulirkan harus terlebih dahulu disosialisasikan.
“Langkah awal yang baik telah dilakukan Pemko Gunungsitoli. Mudah-mudahan kabupaten lain mengikuti jejak wali kota,” ujar Immanuel yang saat ini bertugas di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat sebagai Assisten Perdata dan Tata Usaha Negara.
Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Marinus Gea, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pencapaian yang diraih Kota Gunungsitoli.
“Wali kota dan wakil wali kota konsisten dalam membenahi Kota Gunungsitoli,” ujar Marinus.
Penulis: Mario

















