Suaranusantara.com- Kembali terjadi penembakan yang dilakukan polisi kali ini korbannya adalah seorang siswa SMKN 4 Semarang, Jawa Tengah berinisial GRO.
Siswa SMKN 4 Semarang berinisial GRO itu mengalami luka tembak di bagian pinggul dan mengakibatkan korban meninggal dunia.
Sebelum meninggal dunia, korban yang merupakan salah satu siswa berprestasi di SMKN 4 Semarang itu sempat mendapat perawatan di IGD rumah sakit dr Kariadi, Semarang.
Namun selang beberapa jam kemudian, GRO menghembuskan nafas terakhir akibat timah panas yang mengenai pinggulnya itu.
Kejadian penembakan itu membuat dua teman korban mengalami trauma.
Sebelumnya, berdasarkan informasi yang beredar, sesaat sebelum kejadian penembakan, GRO korban bersama dua orang temannya tengah mengendarai sepeda motor pada Minggu dini hari.
Namun kala itu, tanpa sengaja motor yang ditumpangi korban bersenggolan dengan seorang polisi.
Polisi merasa tak terima, tanpa pikir panjang pelaku melepaskan tembakan yang mengenai pinggul GRO dan turut mengenai salah satu temannya dibagian tangan.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMKN 4 Semarang, Agus Riswantin, menyebut ada dua rekan korban yang mengalami trauma.
“Siswa sini tiga, (satu tewas) dua selamat, yang dua masih trauma,” jelasnya saat ditemui pada Senin 25 November 2024.
Meski begitu, pihak sekolah belum mengetahui penyebab luka korban. Sebab, hingga kini korban belum bisa ditemui.
“Dari orang tua masih belum boleh dikunjungi,” tambahnya.
Adapun GRO, korban tewas merupakan siswa kelas XI dan yang luka adalah kelas XII. Mereka merupakan siswa yang mengikuti Paskibra.
Korban G pada bulan lalu mendapat juara 3 saat mengikuti lomba Pasukan Baris Berbaris dalam ajang Porsimamptar di Akpol
“Kebetulan mereka anak terpilih, karena kebetulan mengikuti ekstra Paskibra, itu anak pilihan,” ujarnya.
Seperti diketahui peristiwa itu terjadi di sekitar perumahan Paramount pada Minggu 24 November 2024 dini hari.
Adapun pelaku penembakan merupakan polisi anggota Sat Res Narkoba.
“Informasinya kan jam 01.00 malam. Habis kerja, melakukan penyelidikan di kantor. Lakukan perjalanan pulang melintas di kantor perumahan Paramount itu,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar di kantornya, Senin.
Dia mengatakan polisi itu melakukan tembakan karena hendak melerai tawuran.
Namun saat melerai tawuran, seorang polisi melepaskan tembakan.
“Ketika dua geng ini melakukan tawuran, muncul anggota polisi. Kemudian dilakukan upaya melerai, namun ternyata anggota polisi dilakukan penyerangan hingga dilakukan tindakan tegas,” ujarnya.
Tembakan yang dilepaskan seorang polisi itu mengenai siswa yang di mana salah satunya tewas akibat mengalami luka di pinggul.
Korban tersebut sebelumnya tidak diketahui identitasnya bahkan dari kelompok Seroja juga tak mengenali.
“Yang tertembak korban kena pinggulnya. Satu catatan ketika dibawa rumah sakit yang menolong dari kelompok lawan dari kelompok Seroja plus anggota kita itu. Jam 10.00 pagi kan belum diketahui identitasnya. Dari kelompok Seroja juga tidak mengenali,” sambungnya.
Saat ini anggota yang bersangkutan masih didalami perannya saat kejadian.
“Terkait peran anggota ini sedang dilakukan pendalaman oleh Paminal,” imbuhnya.
Kata Irwan, terkait peristiwa tawuran itu, dia menyebut ada 12 orang yang dimintai keterangan dan empat orang dijadikan tersangka.
Ada beberapa senjata tajam juga yang diamankan. Penyelidikan masih terus dilakukan, termasuk memeriksa polisi yang melepas tembakan
“Di Semarang Barat kita lakukan pemeriksaan terhadap 12 anak-anak yang terlibat, empat di antaranya tersangka,” ujarnya.


















Discussion about this post