Suaranusantara.com- Akhir-akhir mahasiswa turun ke jalan melakukan aksi demo menyuarakan aspirasi untuk menghentikan program andalan pemerintah Presiden RI Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aksi demo menuntut menutup program MBG mendapat respon dari Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Muhammad Qodari.
Qodari mengatakan bahwa program MBG tak bisa dihentikan. Sebab, program ini merupakan visi misi dan kontrak politik Prabowo selama kampanye dan sebelum terpilih menjadi presiden.
Oleh karena itu, menurut Qodari, MBG adalah janji yang harus dipenuhi.
“Pada titik itu saya mau kasih konteks, bahwa yang namanya MBG enggak bisa Anda langsung minta berhenti. Karena itu adalah visi misi dan kontrak politiknya Pak Prabowo,” ujar Qodari, Selasa 16 Juni 2026.
Qodari membagi ketidaksetujuan sejumlah pihak terhadap program MBG dalam dua kategori, yakni politik dan teknokratis. Dalam kategori politik, dia menegaksan tak ada ruang untuk menghentikan program MBG.
“Untuk yang bersifat politik, menurut saya tidak ada ruang negosiasi di situ. Salah besar menurut saya kalau meminta Prabowo menghentikan program itu,” katanya.
Menurut Qodari, menghentikan program MBG sama saja meminta Prabowo untuk tak memenuhi janji kampanyenya.
Dia pun mengingatkan agar pihak yang menolak MBG tak melihat dirinya sendiri, namun 90 juta masyarakat lain yang membutuhkan dan memilih Prabowo.
“Jangan hanya lihat diri anda sendiri yang menolak MBG. Lihatlah 90 juta masyarakat Indonesia yang memilih Pak Prabowo. Satu paket dengan program kerjanya, visi misinya,” kata Qodari.


















Discussion about this post