
Pamekasan – SuaraNusantara
Puluhan aktivis dari Komite Arek Lancor Bangkit (Kalab) menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (3/5/2017).
Pantauan SuaraNusantara di lapangan, aksi demonstrasi dimulai pukul 10:26 WIB. Puluhan aparat dari Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan turut mengamankan jalannya aksi tersebut.
Dalam orasinya, mereka menuntut agar kejaksaan mengusut tuntas berbagai dugaan kasus korupsi yang melibatkan sejumlah oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.
Setidaknya ada enam kasus dugaan korupsi yang dinilai cenderung dibiarkan, meliputi kasus mark up pembelian pertokoan Citra Logam Mulia (CLM) sebesar Rp 7,5 miliar.
Selain itu, kasus penyimpangan dana hibah pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pamekasan tahun 2014.
“Kejaksaan sampai saat ini terkesan main-main dan tidak serius menuntaskan dan menahan para tersangka korupsi,” ujar seorang orator dari atas mobil komando.
Sementara empat kasus dugaan korupsi lain masing-masing, kasus hilangnya Bulog di Sub Divre XII Madura, kasus dugaan mark up pembuangan TPA Bindang, dan kasus Korupsi Adhoc pada Dinas Pendidikan Pamekasan serta kasus program listrik masuk desa (PLMD) di Kabupaten Pamekasan yang ditaksir merugikan keuangan negara sebesar Rp 8,2 miliar.
Penulis: Hasbullah
















