Suaranusantara.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung tegaskan kebocoran dana Bank DKI akibat gangguan sistem pelayanan tidak berdampak terhadap nasabah Bank tersebut dan bantuan sosial seperti Kartu Jakarta Pintar.
Malah, kata dia, yang merasakan dampaknya adalah Bank DKI itu sendiri.
Sebab, menurut Pramono, yang mengalami gangguan itu adalah rekening Bank DKI yang ada di Bank BNI.
“Sama sekali tidak ada dampak kepada nasabah. Karena yang diganggu itu adalah rekeningnya Bank DKI yang ada di Bank BNI. Sehingga dengan demikian sebenarnya kepada nasabah tidak ada gangguan sama sekali,” kata Pramono di DPRD DKI, Rabu (9/3/2025).
Maka dari itu, Pramono mengaku telah meminta kepada jajaran Bank DKI untuk menormalkan kembali layanannya.
“Maka sejak kemarin saya sudah meminta untuk seluruh fasilitas transaksi yang dimiliki oleh Bank DKI. Dinormalkan kembali. Sehingga dengan demikian sama sekali tidak ada nasabah yang dirugikan,” ucapnya.
Lebih lanjut, politisi PDIP ini mengatakan, gangguan yang dialami Bank DKI ini malah membuat perusahaan perbankan ini menjadi rugi.
“Tetapi siapa yang dirugikan? Yang dirugikan adalah Bank DKI,” ucapnya.
Diketahui, sejak 29 Maret 2025, sistem layanan transaksi Bank DKI mengalami gangguan.
Pramono Anung mengatakan gangguan itu mengakibatkan kebocoran pada dana Bank DKI.
Maka dari itu, Pramono memecat Direktur IT Bank DKI, Amirul Wicaksibo.
Keputusan pemecatan itu diambil, kata dia, karena permasalahan sistem layanan Bank DKI sudah terjadi tiga kali sejak Amirul Wicaksibo menjabat.
“Kejadian di Bank DKI ini bukan pertama kali. Ini sudah ketiga kali dan kejadiannya hampir serupa. Di mana IT tidak dilaksanakan, tidak dijaga secara baik. Terus terang ada kebocoran. Jumlah angkanya yang tahu direksi Bank DKI,” kata Pramono.


















Discussion about this post