
Plt. Kadis Pendidikan Nias Selatan Nurhayati Telaumbanua (Foto: Wilson Loi)
Nias Selatan-SuaraNusantara
Terkait isu adanya Guru Bantu Daerah (GBD) “Siluman” yang diungkapkan oleh Komisi A DPRD Nias Selatan beberapa waktu lalu, Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Dinas Pendidikan (Kadisdik) Nias Selatan Sumatera Utara Nurhayati Telaumbanua mengatakan bahwa jumlah GBD di Nias Selatan berjumlah 947 orang dan telah diperpanjang kontraknya.
“Yang jelas GBD untuk tahun 2016 itu kita sudah perpanjang (kontrak). Secara keseluruhan GBD kita di Nias Selatan terutama untuk SD dan SMP berjumlah 947 orang. Sementara untuk SMA dan SMK itu bukan lagi gawenya kita melainkan provinsi,” sebut Nurhayati saat ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.
Dari data yang dihimpun di lapangan, GBD Nias Selatan pada tahun 2016 termasuk SMA/SMK berjumlah 1.505. GBD SMA dan SMK berjumlah 780 orang, setelah dipisah SMA/SMK (Provinsi) maka seharusnya jumlah GBD di Nias Selatan untuk SD dan SMP berjumlah 725 orang.
Terkait perbedaan jumlah data yang disampaikan oleh Nurhayati (947 orang ) dengan data riil di lapangan (725 orang), dia menjelaskan jumlah tersebut (yang 947 orang) sudah termasuk tambahan dari Guru Bantu Khusus (GBK).
“Tambahan itu dari GBK yang sebelumnya sudah lama mengajar. Namun saya tidak tahu berapa jumlah aslinya GBK ini,” sebut Nurhayati Telaumbanua.
Dari penelusuran SuaraNusantara diketahui, jumlah tenaga GBK ini hanya sekitar 15 orang. Terkait pendataan jumlah dari GBK tersebut, Nurhayati menambahkan hal itu dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah.
“Yang melakukan pendataan itu sebenarnya ada BKD. Karena mereka yang telah melakukan perekrutan,” pungkasnya.
Honor yang diberikan kepada GBD bervariasi tergantung tingkatan jenjang pendidikan GBD. Untuk GBD S1 honor yang diberikan Rp 1 juta sementara untuk GBD D3 berkisar Rp 800 ribu.
Penulis: Wilson Loi

















