SuaraNusantara.com – Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya meminta organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melapor jika ditekan oleh pengusaha yang melaksanakan kegiatan pemerintah.
“Jangan kalah sama pengusaha. Kalau ada yang ditekan, diancam atau bahkan tindakan premanisme, terbuka ke pimpinan, ke Asda, ke Sekda atau ke Bupati. Kita selesaikan, koordinasi dengan Polres dan Kodim,” kata Hasbi saat menghadiri Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2029, di Aula Multatuli Gedung Setda Lebak, Rangkasbitung, Rabu (11/6/2025).
Hasbi juga berharap, Kepala OPD untuk tidak segan menyampaikan langsung kepada dirinya jika terdapat berbagai masalah maupun kendala dalam melaksanakan program maupun kegiatan.
“Saya pengen banget ada kepala dinas yang curhat, misalnya bilang ‘Pak Bupati gimana nih saya ditekan pengusaha, harus bagaimana nih kami?’,” tuturnya.
Politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan bahwa pengelolaan keuangan daerah yang baik salah satunya dilihat dari kualitas pekerjaan. Hasbi pun menekankan agar kontrak pekerjaan dengan pihak pelaksana bisa benar-benar menjadi perhatian dinas.
“Bukan demi Hasbi tahun 2029 nyalon Bupati lagi. Tapi bagaimana anggaran ini tepat sasaran dan tepat guna. Kalau pengelolaan anggaran begitu saja setiap tahun tidak ada peningkatan, artinya kita jalan di tempat,” ucapnya.
Lebih lanjut Hasbi menyampaikan bahwa RPJMD harus dibuat sederhana dan realistis sehingga bisa mendukung Visi Indonesia 2029 yakni Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas.
“Insya Allah kalau kita optimis bisa kita wujudkan Indonesia Emas, Banten bebas korupsi dan Lebak Ruhay,” pungkasnya.


















Discussion about this post